Boomee

Tentang Friend Zone di Hari Valentine

memegalau

Menjelang hari Valentine yang jatuh pada Jumat (14/2) besok, topik cinta mulai bermunculan di linimasa Twitter, dan salah satunya yang membahas adalah akun @newsplatter. Rabu (12/2) malam, @newsplatter mengunggah foto gambar tangan miliknya tentang fenomena friend zone atau zona teman.

Istilah Friend zone sudah tak asing lagi bagi generasi muda saat ini. Artinya, kondisi di mana seseorang hanya dianggap sebagai teman oleh lawan jenisnya, sedangkan ia mengharapkan lebih.

Berdasarkan gambar @newsplatter, seseorang yang dalam posisi mengharapkan hubungan lebih dari pertemanan adalah sang korban, sedangkan pasangannya dalam hubungan tersebut adalah sang pelaku.

Dijelaskan juga bahwa rasa takut menjadi kendala utama sang korban tidak dapat menjalani hubungan lebih intim dengan sang pelaku. Sementara sang pelaku menjalani friend zone bisa karena menunggu keberanian sang korban, bisa juga karena sengaja atau malah karena tidak tahu perasaan suka korban.

Tidak diketahui sejak kapan istilah friend zone masuk ke Indonesia, namun yang pasti di awal 2000-an istilah ini belum terdengar. Di Amerika Serikat, istilah ini sudah ada di tahun 90-an, salah satu referensinya adalah sebuah episode di serial Friends di mana salah satu karakternya, Ross, disebut sebagai ‘mayor of friend zone‘ oleh temannya, Joey.

ross friendzoneSumber gambar: Globalgrind – Friends season 1, episode The One with the Blackout, tayang 3 November 1994.

Sejak itu, istilah friend zone makin banyak diadopsi di televisi hingga akhirnya populer dipakai masyarakat. Media massa pun mencoba menjelaskan tentang friend zone.

Seorang penulis Chicago Tribune misalnya, yang mencoba menjabarkan tiga faktor utama penyebab friend zone, yaitu kurangnya ketertarikan, ambiguitas (sang pelaku salah menginterpretasi sinyal-sinyal sang korban) dan keengganan secara seksual.

Letaknya dalam sebuah hubungan juga coba dijelaskan oleh situs Daily Omnivore dalam grafik, di mana friend zone terjadi ketika sebuah hubungan hanya berkembang ke arah atraksi nonfisik dan tidak diimbangi oleh perkembangan atraksi fisik.

friend-zone1Sumber gambar: Daily Omnivore

Jika ditinjau dari segi teoritis, dalam model pengembangan hubungan Knapp, friend zone terjadi dalam tahap integrasi, di mana hubungan persahabatan muncul, namun tidak cukup erat untuk sampai pada tahap pengikatan atau bonding.

Ditilik dari segala unsur, hampir semua orang akan setuju bahwa friend zone adalah sebuah kondisi yang sulit dicari jalan keluarnya, terutama oleh sang korban.

Namun, jangan langsung berkecil hati, karena menurut Cosmopolitan hubungan pertemanan dapat berkembang menjadi hubungan yang lebih intim (Cosmopolitan edisi 1 Juni 2006), tapi memang perlu strategi tertentu.

Perlu diperhatikan juga bahwa strategi sejitu apapun tak akan berhasil jika tidak dibarengi dengan pemilihan waktu atau timing yang pas. Dan jika Anda sudah sejak lama menunggu timing untuk melepaskan diri dari friend zone, bisa jadi hari Valentine besoklah saatnya. Semoga berhasil.

Menurut kamu, artikel ini
  • 1
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0

Beri komentar

© Copyright 2018 - Boomee.
Jl. Dempo I No. 47, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE