Boomee

Oh, Teman Kangen, Selamat Hari Radio!

radiooo

It’s late at night
And I’m feeling down
There’re couples standing on the street
Sharing summer kisses and silly sounds

So listen to the radio (listen to the radio)
And all the songs we used to know, oh, oh
So listen to the radio (listen to the radio)
Remember where we used to go…

Seperti dalam lagu The Corrs, Radio, ketika hati sedang pilu merindu, cuma radio yang setia menemani. Radio, benda yang cuma mengeluarkan suara itu, tak lekang dimakan jaman. Sejak era radio tansistor tabung yang ukurannya sebesar lemari, radio jinjing, walkman, hingga radio dalam smartphone; lagu-lagu mereka senantiasa menemani umat manusia, dari berbagai bangsa, dari generasi ke generasi. Radio menemani kita dalam suka, hati berbunga, duka, galau, jatuh cinta, patah hati…

Kamis ini (11/09) adalah hari istimewa bagi radio (dan para pendengarnya) di Indonesia. Kita merayakan Hari Radio Nasional. Tentunya, di linimasa, sejak pagi sudah banyak ucapan selamat kepada ”teman setia” tersebut.

Tak lupa, para penyiar dan stasiun radio ikut mengingatkan tentang hari penting mereka itu, kebanyakan dengan nuansa “kenangan” dan juga “kangen”.

Untuk yang belum tahu, Hari Radio Nasional jatuh pada 11 September bertetapan dengan kelahiran Radio Tepublik Indonesia (RRI). Dengan slogan yang terus bertahan sejak dulu, “Sekali di Udara, Tetap di Udara”, cerita tentang RRI penuh semangat patriotisme.

RRI didirikan beberapa orang yang sebelumnya aktif mengoperasikan stasiun radio Jepang di 6 kota. Dalam rapat di rumah Adang Kadarusman, di Menteng Dalam, Jakarta Pusat, utusan keenam radio memutuskan mengambil alih radio tempat mereka bekerja dengan mendirikan Radio Republik Indonesia. Dr Abdulrahman Saleh terpilih sebagai pemimpin.

RRI menjadi corong Pemerintah RI dalam menggelorakan semangat kemerdekaan, khususnya di zaman konflik dengan Belanda (1945-1949), ketika kemerdekaan belum benar-benar mantap. Semboyan “Sekali di Udara, Tetap di Udara” merupakan adopsi dari semangat ”Merdeka atau Mati”. Radio Indonesia tidak akan menyerah, akan terus berjuang menyuarakan semangat Indonesia Merdeka, meski dalam tekanan pasukan Belanda dan sekutu yang mencoba merebut kembali Indonesia.

Di social media, sejarah perjuangan RRI ini tentu tidak dilupakan.

Selamat Hari Radio Nasional. Sekali di Udara, tetap di Udara!

Menurut kamu, artikel ini
  • 0
  • 1
  • 0
  • 0
  • 0
Bagikan artikel ini

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE