Boomee

Jelang Natal, Topi Santa jadi Perdebatan di Linimasa

Jelang Natal, Topi Santa jadi Perdebatan di Linimasa

Desember akan segera berlalu, artinya hari raya umat Kristiani semakin dekat. Perayaan Natal yang dihelat setiap 25 Desember memang sudah dapat dirasakan dari jauh-jauh hari, seperti aksesori-aksesori natal yang dapat dilihat di pusat perbelanjaan bahkan di suatu restoran.

Tetapi kali ini, penggunaan aksesori Natal yang ramai digunakan para pegawai toko yang mengenakan topi santa menjadi persoalan. Anggota DPD DKI Jakarta, Fahira Idris, lewat akun Twitter yang diyakini miliknya, @fahiraidris, mengimbau agar kaum muslim yang mengenakan jilbab dan dipaksa menggunakan atribut natal oleh perusahaannya agar melapor pada dirinya.

Melalui kicauan berseri yang ia lemparkan pada Selasa (16/12) kemarin, Fahira menganggap seharusnya perusahaan tidak memaksa para pegawainya untuk mengenakan atribut natal karena itu dinilai melanggar hak, terlebih lagi jika mereka menganut agama yang berbeda.

Di linimasa Twitter, topik “Topi Santa” juga ramai jadi perbincangan. Bahkan buzz terkait itu sempat melonjak tinggi pada Minggu (14/12) kemarin dan Rabu (17/12) ini yang diselimuti respon pro dan kontra; ada yang menganggap bahwa topi santa sekadar pelengkap di suatu hari raya dan ada yang menilai bahwa topi santa yang identik dengan natal tidak boleh dikenakan umat Non-Kristiani.


https://twitter.com/BonnieTriyana/status/543963027955908608

Menurut kamu, artikel ini
  • 0
  • 0
  • 1
  • 0
  • 0

Beri komentar

© Copyright 2018 - Boomee.
Jl. Dempo I No. 47, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE