Boomee

Membajak Jalanan Ibu Kota dengan #BajakJKT

Ajang lari bareng yang diselenggarakan produsen perlengkapan olahraga, Nike, pada Sabtu (13/12) kemarin meninggalkan cerita di linimasa. #BajakJKT namanya, lari yang menempuh jarak 10 kilometer ini merupakan kali kedua hajatan Nike dalam menerapkan kecintaan pada olahraga lari. Tak heran jika lomba lari ini menjadi topik obrolan netizen di linimasa.

Terlihat buzz #BajakJKT di Twitter, tagar tersebut ramai digunakan netizen bahkan dari dua hari sebelum acara itu digelar.

2013 lalu, Nike sukses mengajak para “pembajak” Jakarta sebanyak 10ribu pelari untuk membajak kawasan Senayan. Namun kali ini, tercatat lebih dari 12ribu pelari benar-benar membajak Jakarta. Untuk mencapai jarak 5k pertama, para “pembajak” diharuskan menyusuri Jalan Gunung Sahari Raya yang dimulai dari Lapangan Banteng, setelah itu pelari harus melintasi jalur kereta api Stasiun Sawah Besar, dan menuju Jalan Gajah Mada serta Jalan Medan merdeka Barat tepat menghadap Monumen Nasional (Monas).

Menghadapi garis akhir, para pelari melintasi Jalan Medan Merdeka Selatan melewati Tugu Tani ke Jalan Kwitang Raya, Jalan Wahidin yang diakhiri di Patung Pembebasan Irian Barat.

Sayangnya, acara yang dilaksanakan pada Sabtu pukul 16.00 WIB sore ini dinilai tak sesuai dengan kesuksesan #BajakJKT tahun lalu. Waktu dan rute lomba merupakan dua topik yang menjadi perbincangan hangat. Rute yang diambil merupakan jantung Jakarta yang pada waktu tersebut masih banyak dilalui banyak kendaraan maupun lalu lalang pejalan kakinya sehingga bertabrakan dengan para pelari yang didominasi seragam hijau menyala.

Sedangkan tahun lalu; #BajakJKT diadakan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan berakhir juga di GBK pada Minggu tepat Car Free Day di area Sudirman juga dilaksanakan sehingga para pelari dengan leluasa menikmati perlombaan itu tanpa adanya macet yang menumpuk di daerah lomba.

Membaca komentar salah seorang pelari di situs blognya, kali ini para pelari bukanlah berlomba dengan sesama pelari namun berlomba dengan para kendaraan umum serta pribadi yang tumpah di jalan raya.

Selain itu, salah satu topik yang jadi bahan percakapan yaitu adanya sampah berserakan; tampak gelas-gelas plastik tak dibuangnya ke trash bag yang disediakan melainkan hanya diletakkan begitu saja.

Meskipun situasi #BajakJKT tahun ini yang dianggap tak kooperatif, sebagian para “pembajak” yang mengikuti merasa senang, bahkan ada yang mengikuti #BajakJKT dua tahun berturut-turut.

Apakah Anda tertarik ikut #BajakJKT edisi selanjutnya? 😉

Menurut kamu, artikel ini
  • 1
  • 1
  • 0
  • 6
  • 0
Bagikan artikel ini

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE