Boomee

Antusiasme Indonesia Jadi Tuan Rumah MotoGP 2017

balapan moto gp

balapan moto gp

Mimpi Indonesia untuk menyelenggarakan balapan MotoGP akhirnya terwujud. Berkat dukungan dari sejumlah pihak termasuk pemerintah, Indonesia resmi menjadi salah satu tuan rumah MotoGP musim 2017 dengan Sirkuit Sentul dipilih sebagai arena balapnya.

Kabar ini pun ramai disambut antusias oleh para pengguna media sosial. Bahkan, frasa MotoGP 2017 bertengger di daftar topik terpopuler kawasan Indonesia.

Sebagai bukti balapan MotoGP resmi digelar di Indonesia, akun Twitter milik Kementerian Pemuda dan Olahraga, @Kemenpora_RI membuat kicauan berseri yang menjelaskan proses persetujuan antara Menpora Imam Nahrawi dengan pihak Dorna Sport yang menyelenggarakan MotoGP.

Dalam kicauan berseri tersebut, akun @Kemenpora_RI juga mengunggah foto letter of intent (LOI) yang ditandantangi oleh Menpora dan CEO Dorna Carmelo Ezpeleta pada Rabu (18/11). Lewat LOI ini, pihak Dorna memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk menjadi salah satu tuan rumah MotoGP selama tiga musim, yakni 2017, 2018, dan 2019.

Sirkuit Sentul Akan Direnovasi

Sirkuit Internasional Sentul sendiri juga akan dirombak ulang untuk MotoGP 2017. Arsiteknya adalah Hermann Tilke, yang sudah berpengalaman membuat sirkuit internasional di seluruh dunia.

Dilansir detiksport, Direktur Sirkuit Internasional Sentul Tinton Soeprapto menjelaskan, tahap pertama pada awal Desember 2015, perombakan Sirkuit Sentul dimulai dari bangunan-bangunan dan pada Januari semua gedung sudah rata dengan tanah. Selanjutnya, pada April 2016, aspal akan dibongkar sedalam 5 cm dan diganti dengan aspal berkualitas tinggi.

Nantinya, sirkuit Sentul rancangan Tilke akan memiliki panjang lintasan dari 3,9 km menjadi 4,4 km, lebar 15 meter, dan terdapat 14 tikungan. Di sekeliling sirkuit akan dibangun fasilitas pendukung lainnya.

Butuh Dana Besar

Tinton mengatakan dibutuhkan total dana sebesar Rp200 miliar untuk bisa menggelar MotoGP. Dana itu sebagian untuk pembenahan, lainnya adalah uang untuk membawa tim-tim tersebut ke tanah air.

Sayangnya, hingga saat ini pemerintah baru bisa mengeluarkan dana Rp5 miliar sebagai dana bantuan, sementara sisanya masih perlu dicari lagi.

“Kalau kata Menpora (Imam Nahrawi), uang Rp5 miliar itu ibaratnya uang lamaran, uang ongkos buka pintu untuk yang lain. Nah, dari bagian lamaran itu kami minta bantuan dari instansi lain untuk ikut berpartisipasi,” kata Tinton, kepada detiksport.

Tinton juga berharap adanya pintu terbuka daari pihak swasta yang bersedia untuk menjadi sponsor penyelenggaraan.

Menurut kamu, artikel ini
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0

Beri komentar

© Copyright 2018 - Boomee.
Jl. Dempo I No. 47, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE