Boomee

Heboh Hijab Halal Zoya Dianggap Hanya Strategi Bisnis Belaka

Heboh Soal Hijab Halal Zoya yang Dianggap Hanya Strategi Bisnis

Merek busana muslim Zoya mengundang sorotan di dunia maya setelah menjual produk yang kontroversial, yakni koleksi hijab halal.

Kabar kehadiran hijab halal tersebut muncul dalam sebuah gambar yang ramai disebar di media sosial. Dalam gambar, brand yang berada di bawah naungan PT Shafco tersebut menampilkan tulisan dengan judul ‘Kerudung Bersertifikat Halal Pertama di Indonesia’ dan aktris Laudya Chynthia Bella sebagai modelnya.

Breaking News;Ternyata hijab yang digunakan dari sejak berabad abad yang lalu di seluruh dunia bisa jadi haram…

Posted by Hendra Hendarin on Tuesday, February 2, 2016

Gambar tersebut menerangkan bahwa kerudung yang halal ditentukan dari jenis kainnya, apakah mengandung gelatin babi atau tidak.

Pihak Zoya menyatakan bahwa gelatin babi umumnya digunakan saat proses pencucian bahan tekstil. Zoya mengklaim produknya telah diuji coba dan hasilnya tidak mengandung babi sehingga ditetapkan halal menurut MUI.

Selain gambar tersebut, beredar juga foto yang menampilkan papan iklan pinggir jalan dengan promosi produk jilbab halal dari Zoya.

Kemunculan hijab halal ini pun disambut beragam reaksi di media sosial. Di Twitter, komentar bernada sangsi mendominasi. Netizen mengkritisi apakah memakai jilbab yang mengantongi sertifikasi halal menjadi sebuah keharusan bagi muslimah yang berhijab.

Motivasi Zoya mengeluarkan hijab halal juga dipertanyakan dan dicurigai hanya kepentingan bisnis semata dengan dalih agama. Sebagian netizen berargumen bahwa harga hijab harusnya sesuai kantong belanja sementara harga hijab dari Zoya terlampau mahal.


 

 

Hijab Halal Zoya Sudah Setahun Digagas

Keberadaan produk hijab halal Zoya ini pun diakui oleh Creative Director Shafco, Sigit Endroyono. Seperti dilansir wolipopcom pada Selasa (2/2), Sigit menjelaskan bahwa proses untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI sudah dilakukan tahun lalu.

Prosesnya dimulai dengan mengajukan pendaftaran terlebih dahulu lalu dilakukan pemeriksaan terhadap bahan tekstil yang dipakai Zoya.

Setelah pemeriksaan selesai, komite fatwa MUI melakukan rapat untuk menentukan apakah materialnya tidak mengandung hal-hal yang diharamkan dalam Islam. Baru kemudian sertifikat tersebut diterbitkan.

“Kerudung halal mulai dirilis pertamakali sejak Zoya berdiri namun baru tersertifikasi sekarang melalui MUI Jabar (Jawa Barat) dengan nomor sertifikat 01171156041015. Zoya hanya fokus pada kehalalan dari produk untuk memastikan customer menggunakan produk yang sudah tersertifikasi kehalalannya,” ujar Sigit.

Di Indonesia belum ada kewajiban untuk setiap produsen memiliki sertifikat halal. Hingga saat ini permohonan sertifikasi didasarkan permintaan produsen terkait.

Menurut kamu, artikel ini
  • 0
  • 0
  • 1
  • 6
  • 1
Bagikan artikel ini

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE