Boomee

Anies Baswedan jadi Sorotan Karena Evaluasi Doa

Anies Baswedan jadi Sorotan Karena Evaluasi Doa

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan memang menjadi sorotan beberapa waktu ini, selain kebijakannya menghapus kurikulum 2013 dan mengembalikan kurikulum pendidikan ke era 2006 namun pada Rabu (10/12) Ketua Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar ini menjadi topik obrolan panas karena pernyataannya. Berdasarkan Detik.com, Anis mengatakan tata tertib proses belajar di sekolah negeri termasuk ihwal doa memulai dan mengakhiri aktivitas di sekolah menimbulkan masalah.

Buzz Anies Baswedan pun meningkat dari tiga hari sebelumnya yang mana buzz Anies sempat menjulang pada Sabtu (6/12) kemarin.

Ia menuturkan pihaknya sedang mengevaluasi terkait hal ini karena adanya keluhan sejumlah orang tua murid terhadap tata cara dominan agama tertentu dalam proses belajar mengajar, sehingga siswa pengantu agama lain menjadi tidak nyaman.

“Sekolah negeri menjadi sekolah yang mempromosikan sikap berketuhanan yang Maha Esa, bukan satu agama,” jelasnya.

Pernyataan Menteri Anies tersebut dianggap linimasa merujuk pada satu agama yang mendominasi di sekolah negeri.

Sampai-sampai ulama kondang, Ustaz Yusuf Mansur membuka suara lewat akun Twitter yang diyakini miliknya, @Yusuf_Mansur. Melalui kicauan-kicauannya yang dilemparkan pada Selasa (9/12) kemarin ustaz 37 tahun ini tampak kesal dan menyangkan rencana Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Bak api disiram minyak tanah, kobarannya pun langsung meluap. Begitu pula dengan celoteh Ustaz Mansur yang dinilai menyindir Menteri Anies.

Membludaknya komentar-komentar terkait ini apalagi seorang ustaz turut berkoar di linimasa, melalui akun Twitter Ustaz Mansur mengaku Menteri Anies telah menghubunginya dan mengatakan kabar yang beredar itu tak benar adanya.

Dilaporkan Republika pada Selasa (9/12) kemarin, Anies juga mengutarakan bahwa wacana pengevaluasikan penyusunan tata tertib terkait tata cara membuka dan menutup proses belajar mengajar di sekolah dengan doa tidak dilanjutkan.

Ia juga menambahkan alasan tak jadinya rencana itu dikarenakan pemberitaan mengenai hal itu telah berlebihan. Justru ia dan jajarannya mendorong agar semua anak-anak sekolah menjadi anak yang bertaqwa.

Menurut kamu, artikel ini
  • 1
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
Bagikan artikel ini

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE