Boomee

Atlet Renang PON Juga Kena Sensor, KPI Dianggap Sudah Keterlaluan

1616-01-kolam-renang

Baru digelar pada Sabtu (17/9), ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 sudah menuai sorotan dari para netizen di dunia maya.

Netizen dibuat heboh ketika sebuah stasiun televisi menayangkan liputan cabang renang, namun sang atlet disensor buram hampir seluruh badannya, kecuali kepala.

Sensor atlet renang tersebut dianggap keterlaluan oleh netizen, karena malah menghilangkan unsur atau bagian dari lomba.

Akibatnya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang dianggap sebagai dalang dari aksi sensor ini, banyak dihujani protes di media sosial. Mereka tak habis pikir kenapa tayangan semacam itu harus disensor.

Bahkan, beberapa netizen tak ragu sindiran keras, dengan menyatakan para penyensor adalah orang-orang mesum. Bentuk penyensoran ini dianggap merendahkan martabat bangsa sendiri, karena seolah memperlihatkan bahwa orang Indonesia hanya berpikir dengan selangkangan.

Merespon maraknya isu penyensoran ini, pihak KPI membuat kicauan klarifikasi di akun Twitter mereka, @KPI_Pusat. Menurut pengakuan KPI, sensor tersebut tidak dilakukan oleh mereka, melainkan oleh lembaga penyiaran terkait.

KPI menilai, jika yang pengambilan gambar dilakukan di kolam renang hotel dan dalam konteks wawancara, maka apa yang dilakukan lembaga penyiaran tersebut kurang etis.

Adapun jika terkait perlombaan renang, lembaga penyiaran masih dapat melakukan pengambilan gambar tanpa harus melakukan sensor.

KPI menekankan bahwa mereka tidak ada niatan mengekang pemberitaan atau tayangan. Namun harus dihindari adanya eksploitasi tubuh, khususnya perempuan dalam berbagai tayangan.

Menurut kamu, artikel ini
  • 0
  • 0
  • 1
  • 3
  • 2

Beri komentar

© Copyright 2018 - Boomee.
Jl. Dempo I No. 47, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE