Boomee

Kasus Bom Samarinda Disebut Pengalihan Isu Bikin Geram Netizen

Kesedihan dan kemarahan bercampur jadi satu di dunia maya sebagai reaksi meninggalnya Intan Olivia Marbun (2), balita yang menjadi korban bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu (14/11).

Meski demikian, di tengah kesedihan tersebut, muncul sejumlah pihak yang menuding bahwa insiden bom gereja Samarinda hanya sebuah pengalihan isu.

Spekulasi liar tentang pengalihan isu ini muncul karena serangan bom ini terjadi saat memanasnya kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Tak hanya dari sejumlah akun Twitter berpengikut banyak, tudingan pengalihan isu juga muncul dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Tengku Zulkarnain kepada republikacoid meminta masyarakat tidak terprovokasi isu di media sosial yang ramai membicarakan seolah-olah teror bom Samarinda terjadi karena demo 4 November.

Menurutnya, isu tersebut mencuat karena ulah ‘pengkhianat bangsa’ yang ingin memanfaatkan situasi demi memecah-belah Indonesia. Tengku juga meminta masyarakat lebih mendengarkan suara MUI ketimbang memperacayai provokator.

Setali tiga uang, Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa melihat ada motif tertentu di balik ledakan di Gereja Samarinda. Pasalnya, peristiwa itu terjadi di tengah kondisi politik yang memanas akibat demonstrasi besar-besaran 4 November 2016.

“Apakah ini bukan daripada mainan? Yang memainkan ini siapa? Apakah kelompok-kelompok yang katanya teroris itu mencari momen ini untuk membesarkan organisasi mereka? Atau ini mainan dari kekuasaan juga?” tuturnya kepada jawaposcom pada Senin (14/11).

Netizen terpantau sangat geram dengan beredarnya spekulasi tersebut. Padahal, sebelumnya tak terpantau ada cuatan isu yang menyebut bahwa insiden pengeboman tersebut adalah bagian dari demo 4 November.

Kicauan-kicauan bernada kecewa juga muncul, mengetahui ternyata ada sejumlah pihak yang menganggap insiden bom Samarinda tersebut merupakan upaya untuk memperburuk citra agama mereka.

Ini kedua kalinya di tahun 2016 ada insiden pengeboman yang dianggap sebagai pengalihan isu. Sebelumnya insiden pengeboman pos polisi di Sarinah, Jakarta pada 14 Januari lalu juga dipandang oleh sejumlah netizen sebagai pengalihan isu atas penawaran saham PT. Freeport.

Menurut kamu, artikel ini
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
Bagikan artikel ini

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE