Boomee

Netizen Mengecam Aksi Razia FPI Terhadap Bupati Purwakarta

Bupati Purwakarta vs FPI

Perseteruan antara organisasi Front Pembela Islam (FPI) dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memasuki babak baru dan mengundang perbincangan di linimasa Twitter.

Hal ini terkait aksi sweeping alias razia sejumlah anggota FPI di pintu masuk Taman Ismail Marzuki (TIM) pada Senin (28/12) malam demi mencari laki-laki yang akrab disapa Kang Dedi tersebut.

Para anggota FPI tersebut dilaporkan meminta kendaraan roda empat untuk membuka kaca mobilnya untuk mencari Kang Dedi. Aksi tersebut pun mengakibatkan kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi.

Kang Dedi sendiri saat itu ‎hendak menghadiri acara Malam Anugerah Federasi Teater Indonesia. Beliau mendapat anugerah “Macenas FTI 2015”, diberikan kepada elemen masyarakat yang tak bekerja di bidang seni, tapi memberi sumbangan signifikan pada perkembangan kesenian.

Aksi razia FPI mendapat kecaman keras dari netizen dunia maya.  Nama “Dedi Mulyadi” muncul di daftar topik terpopuler kawasan Indonesia dengan dominasi komentar bernada mendukung. Sejumlah akun Twitter mempertanyakan kewenangan FPI, karena razia hanya dapat dilakukan oleh pihak kepolisian.
 


 

BACA JUGA: Perdebatan Bolehkah Baca Al Quran dengan Langgam Jawa

 

Bermula dari Bupati Purwakarta vs Habib Rizieq

Pengurus FPI, Abdul Majid, membenarkan kepada tribunnews bahwa pihaknya melakukan razia untuk memastikan agar Dedi tak menginjakkan kaki di Jakarta.

Menurut Abdul Majid, pihak FPI merupakan perwakilan dari sejumlah masyarakat di Jakarta. “Ini bukan cuma FPI, tapi seluruh masyarakat muslim dari Cikini, Kwitang, Kalipasir dan sekitarnya. Kami menolak Dedi Mulyadi menginjakan kaki di tanah Jakarta,” kata Abdul.

Perseteruan FPI dan Kang Dedi memanas sejak akhir November lalu. Saat itu, tokoh FPI, Habib Rizieq Syihab memplesetkan salam “sampurasun” menjadi “campur racun.” Plesetan itu dinilai sebagai pelecehan terhadap budaya Sunda, dan menuai kecaman.

Kang Dedi menjadi salah satu tokoh yang meminta Rizieq, agar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sunda. Namun, hingga saat ini Rizieq belum meminta maaf atas insiden tersebut dan ia dilarang menginjakkan kaki di Jawa Barat oleh sejumlah ormas Sunda.
 

BACA JUGA: Belajar Tafsir Al Quran Online Kepada Prof Quraish Shihab

 

Menurut kamu, artikel ini
  • 2
  • 0
  • 1
  • 0
  • 0
Bagikan artikel ini

Beri komentar

Please enter the CAPTCHA text

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE