Boomee

Drama Satu Babak Gojek dan Kemenhub di Linimasa

gojek

Keputusan Kementerian Perhubungan melarang layanan transportasi ojek dan taksi berbasis online atau daring (online) beroperasi membuat netizen meradang. Pasalnya, masyarakat menilai layanan tersebut merupakan salah satu moda angkutan alternatif.

Tagar #SaveGojek muncul sebagai bentuk dukungan dan bertengger di daftar topik terpopuler dunia pada Jumat (18/12) siang.

Netizen bukanlah satu-satunya pihak yang menentang keputusan tersebut. Melalui akun Twitter resmi miliknya, Presiden Joko Widodo juga menyuarakan dukungannya terhadap Gojek dan aplikasi serupa.

Setelah Jokowi membuat pernyataan, Kementerian Perhubungan pun mengubah keputusan mereka. Melalui Twitter, mereka menjelaskan bahwa layanan transportasi berbasis daring masih diperbolehkan untuk beroperasi selama belum ada transportasi umum yang layak untuk digunakan sebagai pengganti.

Meski melegakan, pencabutan larangan tersebut direspon dengan berbagai jenis sindiran oleh netizen. Pemerintah dinilai tidak konsisten dan tidak kompak terkait kasus ini.

Perusahaan Taksi Blue Bird dan Express juga turut terseret dalam perbincangan. Hal ini dikarenakan netizen curiga adanya permufakatan antara Ketua Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Angkutan Darat (Organda) dengan Kementerian Perhubungan. Kursi Ketua DPP Organda saat ini dijabat oleh Adrianto Djokosoetono, yang tidak lain adalah putra pemilik Blue Bird.


https://twitter.com/okie_87/status/677738077930971136

Menurut kamu, artikel ini
  • 0
  • 0
  • 1
  • 0
  • 0

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE