Boomee

Fitsa Hats, Wujud Gengsi Tinggi Habib Novel

160905-01-italian-pizza-slice

160905-01-italian-pizza-slice

Frasa ‘Fitsa Hats’ menjadi perbincangan hangat netizen Tanah Air di dunia maya dalam waktu singkat langsung pada Selasa (3/1) malam.

“Fitsa Hats” populer setelah beredarnya foto tangkapan layar berita acara pemeriksaan (BAP) persidangan keempat dugaan kasus penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Dalam BAP tersebut, tertulis kata “Fitsa Hats” pada kolom pengalaman kerja salah satu saksi pelapor kasus, Habib Novel Bamukmin. Ada pun kata tersebut maksudnya adalah Habib Novel pernah bekerja di salah satu gerai waralaba Pizza Hut.

Ahok sendiri merespon penulisan ‘Fitsa Hats’ di BAP Habib Novel ini. Dia beranggapan Habib Novel malu bekerja di perusahaan milik Amerika tersebut sehingga menuliskan ‘Pizza Hut’ menjadi ‘Fitsa Hats’.

“Nama saksinya Habib Novel. Dia kerja dari tahun ’92 sampai ’95 di Pizza Hut. Tapi mungkin karena dia malu kerja di Pizza Hut karena itu punya Amerika, dia sengaja menuliskan Fitsa Hats,” ujar Ahok seusai persidangan pada Selasa (3/1) seperti dilansir detikcom.

Menurut Ahok, Habib Novel melakukan hal tersebut karena malu dipimpin orang yang tak seiman dengannya.

“Dia sengaja ubah. Ini saya kasih lihat. Saya sampai ketawa. Dia ngakunya nggak perhatikan, padahal dia tanda tangan semua,” sambung Ahok sembari memegang berkas identitas Novel.

Sontak kalimat ‘Fitsa Hats’ itu langsung viral. Berbagai guyonan berupa kicauan serta gambar meme berseliweran di linimasa Twitter menyindir Novel secara umum dan ormas FPI secara khusus. Bahkan ada tagar #FitsaHuts yang masuk ke daftar topik terpopuler Twitter kawasan Indonesia hingga Rabu (4/11) siang.

Lanjutan sidang Ahok dengan agenda mendengarkan keterangan saksi berlangsung hingga malam hari. Seusai mengikuti sidang, Ahok membeberkan banyak hal kepada awak media.

Selain soal NovelΒ dan Fitsa Huts, Ahok juga bercerita soal seorang saksi, Gus Joy Setiawan, yang mengaku advokat. Ternyata di ruang sidang dia ketahuan bukan advokat.

Ahok juga mengatakan bahwa ternyata rata-rata saksi hanya mengambil 13 detik pidatonya di Kepulauan Seribu.

Menurut kamu, artikel ini
  • 1
  • 1
  • 2
  • 0
  • 0
Bagikan artikel ini

Beri komentar

Please enter the CAPTCHA text

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2,Β Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE