Boomee

Pamer Foto Santap Kucing Hutan, Mahasiswi Ini Kena Hujat Netizen

kucing

Pada Sabtu (17/10) di dunia maya ramai beredar foto-foto seorang perempuan yang memamerkan hasil memburu beberapa ekor kucing hutan yang diunggah oleh akun Facebook bernama Ida Tri Susanti. Pemilik akun Facebook tersebut diduga sebagai sosok dalam foto.

Dalam salah satu foto, Ida tampak membawa dua ekor bangkai kucing hutan yang terikat tali dengan kedua tangannya. Foto itu makin membuat netizen geram lantaran kalimat yang ditulis seolah-olah kucing itu dibunuh untuk dikonsumsi.

“Hasil berburu hari ini…. Nyam… Nyam…,” tulis Ida dalam foto yang ia unggah.

Meski sudah diunggah pada 12 September silam, namun foto ini mendadak langsung menuai sorotan khususnya dari netizen pecinta satwa. Beberapa akun Facebook lain menyebar foto-foto itu dengan kecaman.

Sementara di Twitter, sejumlah netizen pun memberikan komentar bernada menghujat, bahkan ada yang melaporkannya ke pihak berwenang. Terpantau topik ini diperbincangkan oleh lebih dari 1900 kicauan.

Sorotan dari netizen pun membuahkan laporan kepada aparat penegak hukum dari Lembaga Protection of Forest dan Fauna atau ProFauna Indonesia untuk mengusut kasus tersebut.

Lembaga Protection of Forest & Fauna (PROFAUNA) mendapatkan informasi dari masyarakat tentang akun FB Ida Tri Susanti yg…

Posted by ProFauna Indonesia on Saturday, October 17, 2015

Pengakuan Ida Saat Diamankan Polisi

Tak berselang lama, pemilik akun tersebut dilaporkan telah diamankan pihak kepolisian. Berdasarkan laporan detikcom, Ida Tri Susanti merupakan warga Gebang, Jember, Jawa Timur dan saat ini menjadi mahasiswi Universitas Jember. Mahasiswi jurusan Matematika tersebut mengaku bahwa kucing hutan itu bukan hasil buruannya.

“Sebenarnya itu ada 3 ekor (kucing hutan), tapi bukan hasil buruan. Saya hanya dikasih saudara saya namanya Mas Dwi. Tapi Mas Dwi sendiri mengaku itu dibeli dari temannya,” ungkap Ida di Mapolres Jember, Minggu (18/10) kepada Detiknews.

Yang cukup mengejutkan, Ida mengaku memasak 3 ekor kucing hutan itu kemudian dimakan bersama keluarganya.

“Saya nggak tahu kalau itu hewan dilindungi. Saya kira itu hewan yang biasa makan hewan ternak ayam. Makanya, kucing itu dimasak ibu saya kemudian kita makan bersama,” kata Ida.

Usai menjalani serangkaian pemeriksaan, Ida dilepaskan oleh polisi. Statusnya belum ditetapkan sebagai tersangka, melainkan masih terperiksa.

Membunuh kucing hutan adalah tindakan yang dilarang. Dalam UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi dan Sumber Daya Alam dan PP No 7 tahun 1999 dijelaskan hewan dengan nama latin Prionailurus planiceps adalah satwa jenis mamalia liar yang dilindungi.

Menurut kamu, artikel ini
  • 2
  • 1
  • 2
  • 7
  • 5
Bagikan artikel ini

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE