Boomee

Gajah Yani Mati Tinggalkan Kecaman untuk Kebun Binatang Bandung

1605-12-gajah

Seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) bernama Yani yang merupakan salah satu satwa penghuni Kebun Binatang Bandung dinyatakan mati pada Rabu (11/5) petang. Buruknya tata kelola Kebun Binatang Bandung yang menjadi penyebab kematian Yani menjadi sorotan dan membuat netizen marah.

Kata “Yani” dan frasa “Kebun Binatang Bandung” pun bertengger di daftar topik terpopuler Twitter kawasan Indonesia pada Kamis (12/5) pagi. Terpantau kicauan-kicauan yang masuk dalam topik tersebut didominasi oleh ungkapan duka sekaligus kecaman dari netizen untuk pihak pengelola.

Seminggu Dibiarkan Sekarat

Sebelumnya, gajah betina itu diketahui tiba-tiba ambruk pada Selasa (3/5). Berdasarkan laporan kompascom, selama sepekan Yani dipisahkan dan ditempatkan di atas jerami beratap terpal berwarna biru. Lokasinya berjarak hanya selemparan batu dari kandang Gajah Tunggang, yang berada di bagian utara kawasan Kebun Binatang Bandung.

Sejak Yani sakit, pihak pengelola tak pernah memberikan tindakan medis untuk gajah berusia 34 tahun itu, karena kebun binatang tidak memiliki dokter hewan sejak setahun terakhir. Ia dibiarkan sekarat tanpa diketahui apa penyakitnya.

Laporan dari warga dan netizen membuat Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengunjungi Yani pada Rabu (11/5). Saat dikunjungi, kondisi fisik Yani terus menurun. Berat badannya turun drastis, napasnya berat, sesekali hanya terdengar suara mengerang dan gemuruh dalam rongga tenggorokannya.

Ridwan Kamil Geram

Mendengar kabar Yani telah mati, Ridwan Kamil mengungkapkan kekesalannya terhadap pengelolaan Kebun Binatang Bandung yang dianggapnya tak profesional.

Emil menegaskan akan mencari upaya hukum agar pengelolaan Kebun Binatang Bandung bisa dikelola secara profesional oleh pihak yang memang mumpuni. Selama ini Pemkot tidak bisa berbuat banyak untuk intervensi pengelola. Meski diakuinya sejak 2013, ia selalu melakukan komunikasi dengan pihak pengelola.

Dia pun turut menyerukan pemboikotan Kebun Binatang Bandung di akun Instagram miliknya sambil menggungah foto saat dirinya tengah memberi air kepada Yani semasa hidup. Beliau juga terpantau menyematkan tagar #BoikotBonbinBDG, sebagai bentuk penggalangan kampanye pemboikotan.

Lewat tagar tersebut, Netizen pun berbondong-bondong ikut mendukung pemboikotan. Pemerintah Kota Bandung diminta segera mengambil sikap untuk membenahi pengelolaan Kebun Binatang Bandung yang saat ini dipegang Yayasan Marga Satwa Taman Sari.

Proses nekropsi (autopsi untuk hewan) terhadap Yani dilakukan pada Kamis (12/5) pagi oleh Tim dokter hewan gabungan dari Pemkot Bandung, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Taman Safari dan Rumas Sakit Hewan Cikole. Nekropsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian Yani yang selama ini masih misterius.

Nekropsi direncanakan berlangsung selama tiga jam. Selama proses tersebut, Kebun Binatang Bandung tidak diperkenankan menerima pengunjung.

Menurut kamu, artikel ini
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 1

Beri komentar

© Copyright 2018 - Boomee.
Jl. Dempo I No. 47, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE