Boomee

Gerakan Rakyat Riau Melawan Asap Jadi Trending Topic

fire

Provinsi Riau darurat asap. Laporan terakhir Badan Meterelogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru pada Minggu (13/9) menyatakan kabut asap tebal yang terjadi akibat kebakaran hutan tersebut menyebabkan jarak pandang sebagian wilayah Riau hanya berkisar 100 meter.

Hasil pantauan satelit menunjukkan ada hampir seribu sebaran titik panas di Sumatera. Sumatera Selatan ada di urutan terbanyak, disusul oleh Jambi dan Riau. Indeks standar pencemaran udara di Pekanbaru sudah menunjukkan tingkat berbahaya.

Aktivitas warga pun terganggu akibat dari adanya kabut asap. Di Pekanbaru sejumlah sekolah mengambil kebijakan untuk meliburkan siswanya sejak sepekan terakhir. Sementara dilaporkan puluhan ribu masyarakat Riau terjangkit ISPA akibat kondisi udara yang terus berada dalam level berbahaya.

Galang Tagar #MelawanAsap

Makin memprihatinkannya kondisi kabut asap di Riau serta sikap pemerintah yang seolah hirau membuat netizen ramai menggalang tagar #MelawanAsap di media sosial Twitter hingga masuk ke daftar topik terpopuler kawasan Indonesia pada Senin (14/9) siang.

Sebelumnya tagar #masihmelawanasap juga beredar di Twitter, bersama dengan sejumlah tagar lain seperti #SaveRiau, #PrayForRiau, dan #melawanasap, yang totalnya sudah mencapai 10.000 kicauan. Terpantau tagar-tagar tersebut didominasi oleh kicauan bernada kesal atas kondisi udara yang penuh asap.

Selain itu, netizen juga ramai menyebar sebuah video rekaman drone yang terbang di langit Pekanbaru untuk menunjukkan tebalnya kabut asap.

Persoalan yang Tak Kunjung Selesai

Asap tebal telah menyelimuti Riau sudah sejak 18 tahun yang lalu. Semenjak tahun 1997 hingga tahun 2015, persoalan asap tidak kunjung terselesaikan, seolah asap di Riau adalah agenda tahunan yang harus diterima masyarakatnya.

Dalam akun Facebook resminya, Presiden Joko Widodo mengklaim jumlah lahan yang terbakar tahun ini 1.000 hektar lebih sedikit, yaitu sekitar 7.000 hektar. Presiden menyatakan bahwa penyebab dan solusinya telah diketahui, dan menuntut perusahaan yang melakukan pembakaran unuk dipidanakan.

Tadi saya memantau bencana asap. Titik api terbanyak di Sumatera Selatan. Tapi hari ini jumlahnya menurun dari 321…

Posted by Presiden Joko Widodo on Sunday, September 6, 2015

Setali tiga uang dengan presiden, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya juga menegaskan akan mencabut izin 10 perusahaan yang terindikasi melakukan pembakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah, Riau, dan Sumatera Selatan.

Menurut kamu, artikel ini
  • 3
  • 2
  • 0
  • 1
  • 1
Bagikan artikel ini

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE