Boomee

Hiruk Pikuk Persoalan Rekaman Pengajian Speaker Masjid

baca quran

Memutar kaset rekaman pengajian di masjid di waktu sebelum salat Subuh atau di waktu salat lainnya sudah menjadi hal yang umum terjadi di lingkungan sekitar kita. Meski demikian, hal tersebut mendapat kritikan karena dinilai mengganggu.

Tak tanggung-tanggung, kritikan tersebut datang dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). JK meminta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengkaji soal pengajian yang menggunakan kaset rekaman di masjid sebelum salat wajib. Dilansir detikcom, JK menilai pemutaran kaset pengajian pada saat jam 4 pagi sebelum salat subuh sangat mengganggu.

Pandangan JK Banyak Ditentang Netizen

Sontak permintaan JK ini mendapat banyak kecaman dari para netizen muslim. Sebagian besar mempertanyakan JK kenapa sampai mempermasalahkan hal yang mereka nilai tak ada urgensinya tersebut. Meski demikian, ada segilintir netizen yang memandang bijak pernyataan JK tersebut.

Akun yang terpantau paling vokal menentang pandangan JK ini adalah @Yusuf_Mansur, milik Ustaz tersohor Yusuf Mansur. Dia meminta masyarakat dapat memaafkan masjid, lantaran pemutaran pengajian dinilai juga memiliki manfaat.

Yusuf  pun mengakui kiprahnya sebagai penghafal Alquran tidak mungkin ada jika tidak mendengarkan rekaman suara pengajian di masjid.

Pandangan yang menentang JK pun diungkapkan oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Kepada CNN News, Juru bicara PGI Jeirry Sumampow mengatakan bahwa JK tidak perlu mempermasalahkan suara rekaman pengajian di masjid dan azan yang volumenya keras karena tak substansial.

Jeirry juga mempertanyakan bila ada umatnya yang mempermasalahkan suara azan atau pengajian. “Kalau (umat Kristen) keberatan dalam kerangka apa? Toh selama ini kami sudah terbiasa mendengarnya dari masjid-masjid,” tutur Jeirry.

Ulama Meluruskan Pernyataan JK

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang juga mantan Ketua Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Hasyim Muzadi, mengatakan sebaiknya JK lebih mempersoalkan masalah penempatan speaker masjid alih-alih melarang pengajian dengan menggunakan rekaman.

Menurutnya, pengajian dengan menggunakan rekaman merupakan alternatif cara menyampaikan syiar agama. Oleh karena itu, dia mengatakan sebaiknya pemerintah membuat imbauan mengenai tata cara peletakan speaker masjid yang sesuai, seperti misalnya tidak ditaruh di luar masjid atau bagian menara masjid.

https://twitter.com/CNNindonesia/status/608117599285571585

Menurut kamu, artikel ini
  • 2
  • 2
  • 0
  • 1
  • 0

Beri komentar

© Copyright 2018 - Boomee.
Jl. Dempo I No. 47, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE