Boomee

Kampanye Video Mums And Maids Undang Kontroversi di Singapura

Kampanye Video Mums And Maids Undang Kontroversi di Singapura

Video berjudul Mums and Maids yang menampilkan adu pengetahuan antara para ibu dengan para pengasuh seputar aktivitas dan minat anak cukup menarik perhatian netizen sejak diunggah di Youtube pada 22 April lalu.

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa tebakan para pengasuh lebih banyak yang benar daripada tebakan sang ibu kandung.

Video Mums and Maids dibuat dalam rangka kampanye #IgiveADayOff di Singapura, yang bertujuan menyadarkan bahwa pengasuh anak mempunyai peran penting dan berhak untuk libur.

Di Twitter, sejumlah pengguna mengaku tergugah setelah menonton video tersebut, karena fakta yang dipaparkannya juga terjadi di Tanah Air.

Mums and Maids Juga Tuai Kontroversi di Singapura

Meski demikian, kampanye yang dibuat Ogilvy Singapore ini menuai kontroversi di negaranya sendiri. Dilansir Mumbrella Asia, kampanye tersebut dianggap justru akan memberi citra buruk kepada ibu-ibu Singapura, karena dalam video tersebut digambarkan bahwa para ibu tak mengenal anaknya sebaik para pengasuh mengenal sang anak.

Walau menghadirkan kontroversi, nyatanya video kampanye ini tetap sukses mencapai tujuannya, yaitu meningkatkan kesadaran netizen terhadap pentingnya hari libur bagi para pengasuh.

Dilansir Yahoo News Singapore, kelompok advokasi pekerja migran Singapura Transient Workers Count Too (TWC2) yang juga turut terlibat dalam pembuatan video Mums and Maids menganggap bahwa video tersebut membuat masyarakat Singapura jadi lebih peduli terhadap isu-isu yang dihadapi pengasuh asing.

Lewat akun Facebook mereka, TWC2 mengatakan bahwa belum pernah ada kampanye terkait kesejahteraan pengasuh atau asisten rumah tangga asing yang begitu menyita perhatian masyarakat dan menghasilkan buzz yang demikian besar.

“Video tersebut memang kontroversial, namun kontroversi kadang justru membantu sebuah isu yang biasanya disepelekan masyarakat jadi lebih diperhatikan,” tulis mereka.

Sejak Januari 2013, pembantu rumah tangga di Singapura berhak mendapatkan satu hari libur dalam seminggu, atau mendapat kompensasi gaji harian jika terpaksa harus masuk. Namun, survei yang diadakan baru-baru ini oleh TWC2 kepada 670 pembantu rumah tangga asing menyatakan bahwa hanya 40% dari total responden yang mendapatkan satu hari libur dalam seminggu.

Menurut kamu, artikel ini
  • 4
  • 0
  • 1
  • 0
  • 1
Bagikan artikel ini

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE