Boomee

Dianggap Lecehkan Budaya Sunda, Habib Rizieq Dihujani Kecaman

Dianggap Lecehkan Budaya Sunda, Habib Rizieq Dihujani Kecaman

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menjadi sorotan publik pada Rabu (25/11) terkait polemik dirinya yang mempelesetkan salam Sunda “Sampurasun” menjadi “campur racun” dalam ceramah beberapa waktu lalu di Purwakarta, Jawa Barat.

Ceramah Rizieq terekam dalam sebuah video yang diunggah ke Youtube oleh akun Muhammad Nazar pada 14 November. Video berdurasi 43 detik tersebut kini sudah tak dapat ditemukan di Youtube. Akan tetapi, rekaman tersebut terpantau diunggah ulang oleh sejumlah akun lainnya.

Dalam video tersebut, menurut Rizieq, salam yang benar itu adalah “Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh”. Dalam pandangannya, di kalangan pemeluk Islam, salam-salam lain seharusnya tidak dipergunakan lagi, termasuk salam dalam bahasa Sunda.

Pendapat Habib Rizieq mendapatkan reaksi keras dari netizen, terutama masyarakat Sunda.

Habib Rizieq Terancam Pidana dan Dilarang Masuk Jawa Barat

Persoalan ini pun jadi merembet ke pasal pidana. Tak main-main, Habib Rizieq dilaporkan ke polisi oleh Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat (AMSM) atas tuduhan penghinaan dan pelecehan terhadap budaya Sunda.

Mereka telah melaporkan Rizieq ke Polda Jawa Barat pada Rabu (22/11) atas dasar hate speech serta UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Pasal 28 ayat 2. AMSM juga mengeluarkan pernyataan melarang Habib Rizieq masuk ke wilayah Jawa Barat.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil atau Kang Emil menyesali sikap Rizieq yang terkesan menghina budaya Sunda dalam ceramahnya. Kang Emil pun meminta pentolan FPI itu untuk meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Sunda.

“Kalau niatnya cuma buat guyon, itu bukan pada tempatnya. Jadi, saya harap Habib Rizieq meminta maaf ke masyarakat Sunda,” kata Kang Emil kepada tribunnews pada Kamis (26/11).

Habib Angkat Bicara di Media Sosial

Akun Facebook yang diduga milik Habib Rizieq terpantau merespon soal kontroversi dirinya terkait salam “Sampurasun”. Dalam status Facebook tersebut, dikatakan bahwa pelestarian budaya boleh boleh saja dilakukan, tetapi bukan berarti menjauhkan penganut muslim dari nilai nilai keislaman.

Dijelaskan bahwa dalam ceramahnya saat itu Rizieq sedang mengkritik Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, yang giat memperbudayakan salam “Sampurasun”. Ia menganggap Dedi telah meminggirkan “Assalamualaikum” sebagai sapaan yang Islami.

SAMPURASUNBismillaah wal Hamdulillaah …Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah …Sampurasun adalah ucapan…

Posted by Muhammad Rizieq Syihab on Tuesday, November 24, 2015

Dedi pun memberi penjelasan mengenai makna sampurasun yang sempat disoal Rizieq.

“Berasal dari kalimat “sampurna ning ingsun” yang memiliki makna “sempurnakan diri Anda”,” jelas Dedi kepada republikacoid Rabu (25/11/2015).

Sempurna yang dimaksud, yaitu menyempurnakan mata, hati, telinga, dan bermuara dari hati. Salam Sunda itu, kata Dedi, selalu diucapkan dari dalam hati yang paling dalam.

“Karena itu, saya sangat menyayangkan bila ada tokoh besar dari organisasi keagamaan, yang telah memplesetkan salam tersebut. Berarti, dia telah menghina budaya leluhur kami,” ujarnya.

Menurut kamu, artikel ini
  • 0
  • 0
  • 1
  • 2
  • 1
Bagikan artikel ini

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE