Boomee

Logika Warung, Bandara, dan Pohon Cemara yang Mengundang Cemooh

Makanan

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin selama sepekan terakhir ramai menuai sorotan setelah memberikan pernyataan kontroversial terkait ibadah puasa. Dalam kicauan akun Twitter @lukmansaifuddin, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini tak mempersoalkan pengusaha warung makan untuk membuka tempat usahanya saat bulan suci Ramadhan.

Pada Senin (15/6), isu ini kembali disorot setelah beredar meme yang menyindir pernyataan Menteri Lukman, namun sindirannya mengandung kesalahan logika.

Berawal dari Kicauan Menteri Lukman

Terpantau pada 8 Juni, Menag Lukman meminta semua pihak untuk tetap menghormati masyarakat yang tidak berkewajiban untuk menjalankan ibadah puasa.

Pernyataan tersebut pun langsung mendapat banyak tentangan dari sejumlah netizen muslim. Salah satu dampaknya, beredar sebuah meme bernada menyindir Menag yang dibuat secara anonim.

Meme tersebut membandingkan dibukanya warung makan saat puasa dengan penutupan bandara saat Hari Raya Nyepi umat Hindu dan pemasangan pohon cemara saat Hari Raya Natal bagi umat Nasrani.

Netizen pun semakin menyorot isu ini, karena meme ‘Logika Warung’ tersebut dinilai menggunakan analogi yang tak setimpal dan mengandung dasar logika yang tak sahih.

Kesalahan logika dalam meme Menag secara lebih runut dibahas oleh seorang pengguna Facebook bernama Dina Y. Sulaeman pada Senin (15/6). Posting Dina tersebut langsung ditanggapi respon positif dari netizen lain. Terpantau setelah delapan jam terunggah, posting ini mendapat lebih dari 2000 share dan 2000 like dari akun Facebook lain.

Sudah Tradisi, Namun Tetap Perlu Menghargai Non Muslim

Tentunya pernyataan Menteri Lukman cuma sekadar imbauan. Ada yang mendukung kiat tersebut, namun ada juga yang tetap meminta para pengusaha warung untuk tidak berdagang saat siang hari di bulan Ramadhan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Amidhan Shaberah mengatakan ditutupnya warung makanan selama bulan Ramadhan adalah tradisi. Menurutnya, pemerintah tak perlu membuat aturan apakah warung makanan harus ditutup atau tidak.

Sementara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat tak setuju jika rumah makan tutup siang hari selama bulan Ramadhan. Dilansir vivanews, Djarot berpendapat hak orang lain seperti non muslim sampai perempuan yang sedang berhalangan harus dihargai.

Menurut kamu, artikel ini
  • 1
  • 2
  • 0
  • 0
  • 0

Beri komentar

© Copyright 2018 - Boomee.
Jl. Dempo I No. 47, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE