Boomee

Netizen Mengecam Aksi Pembakaran Gereja di Aceh Singkil

fire

Aksi bentrok antarwarga di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh yang berujung pada pembakaran sebuah gereja menuai banjir kecaman dari netizen dunia maya.

Frasa “Aceh Singkil” sempat masuk daftar topik terpopuler Twitter kawasan Indonesia, dengan total lebih dari 31 ribu kicauan sejak bentrok terjadi pada Selasa (13/10).

Mayoritas netizen mengecam aksi pembakaran gereja ini, karena berpotensi merusak kesatuan dan persatuan. Mereka juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk cepat tanggap mengatasi intoleransi antar umat beragama di wilayah tersebut.

Presiden Jokowi pun telah mengeluarkan pernyataan seputar peristiwa ini lewat akun media sosialnya.

Saya telah mendapatkan laporan mengenai peristiwa kekerasan yang terjadi di Aceh Singkil, selasa kemarin. Untuk itu,…

Posted by Presiden Joko Widodo on Tuesday, October 13, 2015

Situasi keamanan di Aceh Singkil yang selama ini tenang mendadak mencekam pada Selasa (13/10) siang. Warga yang menamakan diri sebagai Gerakan Pemuda Peduli Islam Aceh Singkil protes terhadap keberadaan rumah ibadah GHKI di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah yang dianggap tidak memiliki izin.

Warga yang protes berjumlah ratusan dengan memakai ikat kepala putih plus bambu runcing dan senjata tajam. Aksi protes warga berujung dengan pembakaran dan penembakan. Berdasarkan kompascom, bentrokan ini mengakibatkan seorang warga tewas dan empat orang menderita luka-luka.

Akar Peristiwa Bentrok

Sepekan sebelum bentrok ini terjadi (6 Oktober), massa Pemuda Peduli Islam (PPI) menggelar aksi masa terkait keberadaan gereja yang makin banyak di Aceh Singkil. Hal itu dinilai sebagai pelanggaran atas perjanjian pada 1979 dan 2001.

Dilansir CNN Indonesia, Bupati Aceh Singkil Safriadi menyebut dalam perjanjian itu disetujui berdiri satu gereja dan empat undung-undung (rumah peribadatan ukuran kecil) di Aceh Singkil.

Dalam unjuk rasanya, PPI mengancam akan membongkar gereja yang dianggap tak berizin sepekan setelah aksi, yang jatuh tepat pada tanggal bentrok dan pembakaran gereja terjadi.

Di sisi lain, PGI menjelaskan bahwa tak ada maksud gereja untuk tidak mengurus izin. “Tetapi realitasnya, pengurusan izin mendirikan rumah ibadah sangat sulit dan bahkan sering tidak bisa diperoleh walau sudah diupayakan semaksimal mungkin,” demikian petikan siaran pers PGI.

Menurut kamu, artikel ini
  • 0
  • 0
  • 1
  • 1
  • 1
Bagikan artikel ini

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE