Boomee

Pelarangan Jasa Ojek dan Taksi Online Ditentang Keras Netizen

gojek

Layanan jasa ojek dan taksi berbasis online atau daring menjadi topik perbincangan hangat di media sosial pada Kamis (17/12) malam setelah Kementerian Perhubungan secara resmi melarang peroperasiannya. Kemenhub melarang legalnya layanan tersebut karena dinilai tidak memenuhi ketentuan sebagai angkutan umum.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono dalam konferensi pers pada Kamis (17/12) di Jakarta. Djoko mengatakan pelarangan beroperasi tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 yang ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, tertanggal 9 November 2015.

Dijelaskan bahwa pengoperasian ojek dan taksi daring tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan.

Ditentang Keras Netizen

Larangan ini langsung memperoleh tanggapan negatif dari para netizen. Mayoritas netizen menyayangkan sikap pemerintah yang melarang bisnis ojek dan taksi daring. Frasa “Gojek” muncul di daftar topik terpopuler Twitter dan terus bertahan  selama 8 jam hingga Jumat (18/12) pagi.

Saat ini, sudah ada beragam layanan kendaraan yang berbasis daring yang sudah beroperasi, di antaranya adalah Uber Taksi, Go-Jek, Go-Box, Grab Taksi, Grab Car, Blu-Jek, dan Lady-Jek.

Kehadiran mereka menjadi alternatif dari buruknya tata kelola angkutan umum. Tak ayal, jasa ini pun menjadi sangat populer digunakan masyarakat, terlebih lagi karena penggunaannya mudah dan praktis.

Menurut kamu, artikel ini
  • 2
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0

Beri komentar

© Copyright 2018 - Boomee.
Jl. Dempo I No. 47, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE