Boomee

Pengakuan Sejumlah Netizen Alami Pelecehan Verbal dari Oknum Massa Aksi 212

hantu seram takut setan

Pengakuan Sejumlah Netizen Alami Pelecehan Verbal dari Oknum Massa Aksi 212

Massa aksi Bela Islam III atau aksi 212 berdatangan pada Jumat (2/12) dari berbagai daerah ke Jakarta untuk mengikuti acara doa dan zikir bersama yang akan digelar di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat.

Sayangnya, aksi damai tersebut tercoreng oleh sejumlah oknum massa yang melakukan tindakan pelecehan verbal kepada lawan jenis.

Akun Twitter @jxnxt ramai disorot netizen setelah membuat kicauan yang menceritakan pengalamannya menjadi korban pelecehan verbal oleh oknum massa aksi 212.

Pemilik akun @jxnxt mengaku mendapat pelecehan verbal saat dirinya sedang berangkat kerja. Ketika melewati rombongan bus yang membawa massa aksi 212, ia berulang kali dipanggil dan diberikan siulan.
 




 

Kicauan @jxnxt tersebut mendapat lebih dari 800 Retweet dan mengundang perbincangan dari netizen lain. Sejumlah netizen mengaku prihatin dengan pengalaman yang menimpa dirinya.

Sementara sebagian di antaranya merasa miris karena ada beberapa komentar yang malah menyalahkan pemilik akun karena memakai pakaian terbuka.

Di waktu yang berdekatan namun berbeda lokasi, kasus serupa juga dialami oleh pemilik akun Twitter @archputri.

Pemilik akun mengaku mendapatkan pelecehan verbal saat sedang berada di sebuah stasiun kereta oleh sekitar 8 orang dengan atribut aksi 212.

Mengetahui pengalaman @archputri, akun @rcameliaw juga melaporkan keberadaan gerombolan oknum tersebut. Pemilik akun @rcmaeliaw mengaku sempat mendengar perbincangan mereka di dalam kereta terkait aksi pelecehan verbal.
 




 

Kicauan @archputri juga membuat akun @alvionitarani menceritakan pengalamannya pada Kamis (1/2). Bahkan, hal yang dialaminya melibatkan kontak fisik dari oknum pelaku pelecehan.

Tindakan siul dari seseorang tak dikenal kepada perempuan yang lewat di muka publik, baik secara sudut pandang wanita maupun hukum di beberapa negara, tergolong pelecehan seksual secara verbal.

Berdasarkan survei Lentera Sintas Indonesia yang bekerja sama dengan Change.org dan media perempuan, pelecehan seksual secara verbal menjadi jenis kekerasan seksual paling umum terjadi di Indonesia.

Dari 25.213 responden, sebanyak 58 persen mengaku pernah mengalami pelecehan dalam bentuk verbal. Berdasarkan hasil survei, pelecehan verbal dilakukan 70 persen oleh pelaku tak dikenal.

Menurut kamu, artikel ini
  • 31
  • 2
  • 6
  • 124
  • 21

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE