Boomee

Tagar #BandungIntoleran Berbalas #BandungToleran Terkait Penghentian Ibadah KKR

Tagar #BandungIntoleran Berbalas #BandungToleran Terkait Penghentian Ibadah KKR

Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok orang dari ormas keagamaan Pembela Ahlus Sunnah (PAS) mencoba membubarkan acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) umat Nasrani di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung pada Selasa (6/12) tengah viral di dunia maya.

Dalam video tersebut, tampak sejumlah anggota dari ormas merangsek ke dalam gedung dan menghentikan dengan paksa jamaat yang sedang melantunkan kidung di atas panggung.

Acara KKR digelar oleh Yayasan STEMI Bandung dan diikuti sekitar tiga ribu siswa dari tingkat SD hingga SMA se-kota Bandung.

Acara ini digelar untuk memperingati hari raya Natal. Akibat aksi ini, acara KKR terpaksa dihentikan lebih cepat.

Dilansir rapplercom, pergelaran acara KKR mendapat tentangan dari sejumlah ormas keagaamaan. Bahkan ormas tersebut berunjuk rasa sejak siang hari di sekitar lokasi.

Beberapa di antara mereka dilaporkan berusaha menghalangi jamaat yang akan masuk ke Sabuga.
 




 


 

#BandungIntoleran Vs #BandungToleran

Netizen langsung mengutuk aksi ormas tersebut yang dinilai semena-mena. Tagar #bandungintoleran pun digulirkan di linimasa Twitter sebagai bentuk sindiran.

Sejumlah netizen muslim bahkan merasa malu dengan tindakan ormas yang bersangkutan dan meminta maaf kepada khalayak atas kelakuan pihak-pihak tersebut. Menurut mereka, tindakan ormas tersebut telah mencemarkan nama Islam yang mengajarkan toleransi.

Merespon bergulirnya #BandungIntoleran, muncul juga tagar tandingan #BandungToleran dari sejumlah netizen Bandung yang tak terima disindir.


 

Ridwan Kamil: Minta Maaf dan Menjamin Hak Jamaat

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pun memberikan respon terkait insiden ini. Lewat akun Instagram miliknya, @ridwankamil, beliau meminta maaf dan berharap kejadian serupa tak terulang lagi.

Selain itu, ia menjamin bahwa hak beragama para jamaat KKR dilindungi oleh negara.

Kang Emil, sapaan akrabnya, mengaku berusaha agar acara KKR tetap dilanjutkan di tempat dan waktu yang lain meskipun sebelumnya ada interupsi massa PAS.
 




 

Menyikapi kendala kegiatan kebaktian KKR di Sabuga semalam.

A photo posted by M Kamil (@ridwankamil) on


 

Ahmad Heryawan: Perkara Kecil

Sementara itu di lain tempat, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berpendapat, pembubaran acara KKR merupakan perkara kecil.

“Itu kan kejadian kecil yang tidak mengganggu apa-apa saya kira,” kata Ahmad Heryawan di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu (7/12) kepada beritasatucom.

Aher, sapaan Ahmad, berpendapat, pembubaran bisa dihindari apabila ada musyawarah sehingga semua pihak dapat menahan diri dan saling menghormati.

Dia juga menyatakan akan membantu menyelesaikan dan mencari akar permasalahan sehingga tidak mengganggu toleransi bermasyarakat dan membuat suasana membaik.

Menurut kamu, artikel ini
  • 0
  • 0
  • 0
  • 1
  • 2
Bagikan artikel ini

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE