Boomee

Deretan Komentar Heran Netizen Terkait Fatwa Haram Polisi Tidur Dari MUI

Sebuah kabar mengejutkan beredar di linimasa terkait Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Katanya, di sana polisi tidur diharamkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Jika kamu warga Samarinda mungkin sudah tidak kaget, karena fatwa haram ini ternyata sudah ada sejak 2013 lalu. Berdasarkan situs MUI-Samarinda.blogspot.co.id, terlihat posting mengenai fatwa haram polisi tidur telah diunggah sejak 25 Februari 2013.

Saat itu, MUI Samarinda menyebutkan bahwa polisi tidur di Kota Samarinda makruh sampai haram. Bila polisi tidurnya terlampau tinggi, maka hukumnya haram. Alasannya, polisi tidur yang tinggi tersebut dapat membahayakan pengguna jalan.

Fatwa haram polisi tidur ini terpantau membuat netizen geleng-geleng kepala. Kicauan-kicauan bernada heran dan menyindir pun ramai membanjiri linimasa Twitter mengomentari kabar tersebut.

Sindiran semakin kencang mengalir saat netizen mengetahui berita bahwa Ketua MUI Samarinda, KH Zaini Naim mengaku menjadi salah seorang korban yang jatuh saat melintasi polisi tidur di kompleks rumahnya.

Meski demikian, sampai sekarang warga Samarinda belum banyak yang mematuhi fatwa ini. Bahkan jumlah polisi tidur justru bertambah.

Pemerintah Indonesia telah mengatur keberadaan polisi tidur lewat UU No 25 tentang kelengkapan jalan. Polisi tidur dibolehkan asal mendapat izin dari pihak berwewenang.

Bagaimana menurut kamu mengenai fatwa haram polisi tidur ini?

Menurut kamu, artikel ini
  • 0
  • 0
  • 1
  • 1
  • 0

Beri komentar

© Copyright 2018 - Boomee.
Jl. Dempo I No. 47, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE