Boomee

PSSI Dibekukan, Netizen Ramai Mendukung dan Berguyon

PSSI Dibekukan, Netizen Ramai Mendukung dan Berguyon

Netizen terpantau ramai mendukung keputusan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait pembekuan organisasi olahraga sepakbola tanah air PSSI. Sebelumnya pada Jumat (17/4) dilaporkan detikcom Kemenpora merilis keputusan pembekuan PSSI dalam surat nomor 01307 tahun 2015 dan ditandatangani langsung oleh Menpora Imam Nahrawi.
 

Netizen Sudah Lama Menantikan PSSI Dibekukan

Keputusan Kemenpora ini cukup menghebohkan karena dirilis tak lama berselang dengan kongres PSSI 2015.

Dengan adanya surat tersebut, seluruh kegiatan PSSI tak akan diakui oleh pemerintah, baik dalam menjalankan pertandingan antarklub lokal maupun pertandingan untuk timnas Indonesia.

Meski mendapat tentangan dari sejumlah pihak yang terkait dengan PSSI, nyatanya pembekuannya disambut puas netizen pegiat sepakbola tanah air yang memang sudah lama menanti.

Sudah sejak lama tagar-tagar dengan berbagai bentuk frasa beredar di trending topic Indonesia, menuntut PSSI dibekukan.

PSSI selama ini memiliki sentimen negatif di mata masyarakat, karena dugaan permainan politik yang kencang dalam tubuh instansi tersebut, hingga kualitas sepakbola Indonesia terkorbankan.

PSSI didirikan pada 1930, di masa sebelum kemerdekaan, dan merupakan lembaga tertinggi yang mengatur kompetisi sepakbola di Tanah Air. PSSI bergabung dengan FIFA (lembaga sepakbola dunia) pada 1952, dan kemudian dengan AFC (lembaga sepakbola Asia) pada 1954. PSSI adalah organisasi yang menggelar kompetisi Liga Indonesia setiap tahunnya dan mengelola tim nasional sepakbola Indonesia.

PSSI adalah organisasi yang independen. Ini sesuai dengan persyaratan FIFA yang mengharuskan lembaga pengelola sepakbola terbebas dari intervensi pemerintah, praktek yang lazim di negara-negara non demokratis.

Persoalan Sampai PSSI Dibekukan

Pembekuan PSSI bermula ketika dua klub sepakbola (Arema Indonesia dan Persebaya Surabaya) diperbolehkan ikut dalam ajang QNB League. Padahal, kedua klub dinilai tidak memenuhi syarat oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan karenanya dilarang ikut serta.

PSSI tidak mengikuti perintah BOPI. Sehubungan kasus ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga kemudian memberikan beberapa surat peringatan kepada PSSI, namun selalu diabaikan dengan alasan independensi. Akhirnya, pada 18 April 2015, PSSI dibekukan oleh Menpora Imam Nahrawi.

Untuk selanjutnya, seluruh kegiatan sepakbola Tanah Air akan dijalankan oleh pemerintah. Kompetisi Liga Super Indonesia, baik Divisi Utama hingga divisi-divisi di bawahnya akan tetap berjalan.

Persiapan menjelang SEA GAMES 2015 pun akan tetap berlangsung. Kesemuanya dibawah pengawasan KONI, KOI, ASPROV PSSI, serta Satlak Prima.

Menurut kamu, artikel ini
  • 3
  • 1
  • 3
  • 0
  • 0

Beri komentar

© Copyright 2018 - Boomee.
Jl. Dempo I No. 47, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE