Boomee

Razia Warung di Bulan Puasa; Antara Toleransi, Donasi dan Perda

junkfood

Selama akhir pekan kemarin masyarakat ramai menyoroti aksi Satpol PP Kota Serang yang menyita dagangan seorang ibu penjual makanan karena berjualan di siang hari saat bulan puasa.

Berita razia Satpol PP tersebut mendapat kecaman dari masyarakat. Dalam video yang beredar, sang Ibu yang bernama Saeni tampak menangis pilu sambil memohon pada aparat agar dagangannya tidak diangkut. Namun, semuanya dibungkus tanpa tersisa.

Banyak masyarakat menilai Satpol PP yang merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah daerah telah bertindak semena-mena pada rakyat kecil. Mereka yang berpuasa dan meminta untuk dihormati pun dianggap manja.

Intoleransi Munculkan Donasi

Reaksi kongkrit pun muncul di dunia maya berupa aksi penggalangan dana. Seorang penggguna Twitter dengan nama @Dwikaputra jadi penggagas pemberian sumbangan kepada Saeni. Tujuannya, untuk mengganti uang modal dan keuntungan yang raib karena dagangan yang disita tersebut.

Hingga Minggu (12/6) pukul 09.00 WIB, uang donasi yang akan disumbangkan untuk Saeni sudah mencapai Rp232 juta. Jumlah uang tersebut dikumpulkan sejak Jumat (10/6) pukul 24.00 WIB.

Dwika bekerja sama dengan pihak-pihak lain seperti Aksi Cepat Tanggap (ACT) agar bisa menyalurkan uang sumbangan tersebut ke Serang. Rencananya bukan hanya Saeni yang akan diberi bantuan, tapi juga kepada penjual nasi lainnya yang menjadi terkena razia Satpol PP.

Meski demikian, ada pula netizen yang mengkritik aksi sumbangan dana atas razia warung makan. Menurut mereka, aksi tersebut kurang efektif, dan lebih tepat jika mengajukan kritik langsung kepada pemerintah daerah Serang.

Tindakan Satpol PP Sesuai Perda

Soal razia yang kemudian jadi sorotan, Wali Kota Serang Tubagus Haerul Jaman dilansir detikcom pada Minggu (12/6) menuturkan Satpol PP sudah benar melaksanakan Perda. Bahkan peringatan dan teguran sudah dilayangkan.

Perda tersebut adalah Perda Nomor 2 tahun 2010 tentang Penyakit Masyarakat dan Razia, juga Surat Edaran Wali Kota Serang tahun 2016 tentang Imbauan Bersama Menyambut Bulan Suci Ramadan. Isinya rumah makan diperbolehkan buka pukul 16.00 WIB.

Perda itu sudah berlaku lama sejak 2010 dan menjadi kesepakatan bersama antar Pemkot, Kemenag dan MUI. Dia juga menegaskan Kota Serang punya kearifan lokal soal menghargai suasana bulan Ramadhan.

Penjelasan klasik khas otoritas tersebut tentu kurang mendapat simpati dari masyarakat yang kontra penertiban. Di dunia maya terpantau ramai bermunculan kritik keras terkait kebijakan dibalik pembuatan perda ini.

Mendagri Mengkaji, MUI Mendukung

Insiden warung Bu Saeni ini pun turut disorot Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Bahkan beliau mempertimbangkan akan mengkaji ulang perda-perda yang bermasalah yang muncul ke permukaan.

Menteri Tjahjo juga menilai penertiban yang dilakukan Satpol PP sudah berlebihan. Dia mengingatkan pada seluruh Satpol PP di Indonesia untuk bersikap simpatik dalam melaksanakan instruksi kepala daerah demi menciptakan suasana kondusif saat bulan Ramadhan.

“Tugas Satpol PP itu harus simpatik, mengutamakan penyuluhan, jangan sok kuasa,” kata Mendagri pada wartawan di Jakarta, Minggu (12/6) seperti dilaporkan kompascom.

Di lain pihak, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang mendukung tindakan tegas Satpol PP Serang yang melakukan razia warung makan. Hal itu untuk memberikan efek jera bagi para pemilik rumah makan.

Sekretaris Umum MUI Kota Serang, Amas Tajudin, mengatakan, Perda Pekat dan surat edaran Rumah makan dilarang buka siang hari pada bulan ramadhan dicetuskan atas dasar mayoritas masyarakat Kota Serang beragama Islam.

Menurut Amas, di Kota Serang menjadi hal yang tabu jika rumah makan di Kota Serang buka pada siang hari selama Ramadhan, dan jika ada rumah makan dan restoran yang buka pada siang selama Ramadhan, masyarakat Kota Serang resah.

Atas dasar itulah pemerintah kota Serang melarang rumah makan dan restoran buka pada siang hari pada bulan suci Ramadhan.

Menurut kamu, artikel ini
  • 0
  • 0
  • 0
  • 1
  • 1
Bagikan artikel ini

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE