Boomee

Snack “Bikini”, Kreatif Namun Kurang Peka

Bikini Foto Bugil Instagram Foto Model Indonesia Cornellia Putri Asuransi Tubuh Selebritis

Bikini

Bikini identik dengan busana renang perempuan. Namun, ketika bikini dijadikan nama produk camilan, di satu sisi bisa dianggap kreatif, di sisi lain bisa dianggap aksi seksisme terhadap perempuan.

Sebuah merek camilan dalam kemasan bernama Bihun Kekinian atau disingkat ‘Bikini’ menghadirkan sorotan dari para netizen sejak foto-fotonya beredar di media sosial pada awal Agustus 2016.

Merendahkan Perempuan

Pada dasarnya bukan produk makanan ringannya yang bermasalah untuk dikonsumsi, melainkan kemasan dan cara pemasaran mereka. Penamaan ‘Bikini’ dan penggunaan slogan ‘Remas Aku’ dinilai melanggar nilai-nilai kesopanan bahkan dianggap merendahkan martabat perempuan.

Sampul kemasan ‘Bikini’ pun tampak erotis, menghadirkan ilustrasi tubuh seorang perempuan yang hanya mengenakan bikini, dengan penekanan pada bagian payudara dan pinggul.

Masalah Jadi Tambah Serius

Ramainya protes dari masyarakat membuat pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan perhatian terhadap snack ‘Bikini’. Akun Twitter @BPOM_RI menyampaikan hasil penelusuran mereka kepada publik yang menyatakan snack ‘Bikini’ ilegal.

Pihak Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) juga secara tegas meminta snack ‘Bikini’ agar ditarik dari peredaran.

“YLKI menyatakan protes dan agar produk tersebut ditarik dari peredaran. Badan POM agar segera menegur dengan keras produsennya. Penjualan via online pun, khususnya yang via OLX dan bukalapak.com; agar segera dihentikan. Konsumen pun tak usah membeli produk makanan seperti itu, khususnya anak-anak,” tulis YLKI di situs resmi mereka ylki.or.id.

Snack ‘Bikini’ diproduksi di Bandung dan dipasarkan melalui media sosial Instagram. Penjualannya sudah tersebar ke berbagai kota di Indonesia, di antaranya: Jakarta, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Bali, Lampung, Pekanbaru bahkan hingga Aceh.

Salah satu hal yang harus diingat saat hendak membuat sebuah produk adalah, tak hanya pastikan produknya inovatif dan kreatif, tapi juga tidak melanggar batasan nilai dan norma yang ada dalam masyarakat.

Karena seringkali, kreativitas yang mengacuhkan batasan, pada akhirnya bukannya menimbulkan ketenaran, tapi menimbulkan masalah.

Menurut kamu, artikel ini
  • 2
  • 0
  • 1
  • 1
  • 0

Beri komentar

© Copyright 2018 - Boomee.
Jl. Dempo I No. 47, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE