Boomee

Soal Haris Azhar dan Kontras yang Panen Dukungan di Twitter

trending

Tagar #SayaPercayaKontraS pada Rabu (3/8) memenuhi linimasa media sosial Twitter hingga masuk ke daftar topik terpopuler Twitter kawasan Indonesia.

Tagar tersebut merupakan bentuk dukungan para netizen terhadap Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), setelah Koordinator Kontras Haris Azhar terancam menjadi tersangka oleh polisi.

Haris membuka pengakuan terpidana mati kasus narkotika Freddy Budiman, di mana tulisannya meraih simpati publik dunia maya.

Karena ‘Blak-Blakan’ di Facebook

Sebelumnya Haris menimbulkan polemik di kalangan masyarakat lewat sebuah tulisan di akun Facebook KontraS yang dibuat pada 28 Juli lalu.

Tulisan Haris memuat pengakuan terpidana mati Freddy Budiman, yang dieksekusi pada di Nusakambangan pada Jumat (29) dini hari. Pengakuan Freddy mengungkap keterlibatan oknum aparat dalam peredaran narkoba di balik jeruji besi.

Paparan tersebut berdasarkan isi pertemuannya dengan Freddy di Lapas Nusakambangan pada 2014 lalu. Saat itu Freddy blakblakan mengungkap keterlibatan para pejabat aparat dalam penyelundupan narkoba.

Ada tiga lembaga negara yang ditulis Haris terlibat dalam bisnis narkoba, yaitu Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI dan Polri.

Tiga lembaga itu pula lah yang kemudian melaporkan Haris ke Bareskrim Mabes Polri atas tuduhan pencemaran nama baik. Haris dituding melakukan fitnah dan melanggar Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik.

Meski tiga institusi BNN, TNI dan Polri menyangsikan kebenaran dari ‘curhatan’ Haris Azhar, masyarakat justru merespon dengan sikap yang berbeda. Haris dan KontraS justru ramai didukung publik.

Masyarakat Kurang Percaya Aparat

Dukungan muncul lewat media sosial Twitter dan Facebook dengan tagar #SayaPercayaKontras, yang secara tersurat menyatakan bahwa publik lebih percaya dengan Haris Azhar dan KontraS ketimbang dengan BNN, TNI, dan Polri.

Salah satu alasannya, KontraS sudah dikenal luas membela Hak Asasi Manusia sejak awal zaman reformasi. Netizen juga berpendapat bahwa BNN, TNI dan Polri seharusnya melakukan introspeksi diri, bukan justru mempersoalkan pernyataan Haris Azhar.

Pernyataan Haris Azhar atas kesaksian Freddy Budiman akan menjadi tolok ukur keberhasilan reformasi internal Polri, menurut Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Imdadun Rahmat.

“Sebenarnya kita bisa melihat dari sisi apakah semangat reformasi internal di kepolisian jalan atau tidak,” kata Imdadun di Jakarta pada Rabu (3/8), seperti dilansir republikacoid.

Apabila tulisan Haris Azhar dikriminalisasi, maka reformasi internal Polri dianggap tak berjalan.

Begitu pula sebaliknya, apabila tulisan Haris Azhar ditanggapi secara positif, maka akan menunjukkan reformasi di internal Polri sedang berjalan.

Menurut kamu, artikel ini
  • 3
  • 1
  • 0
  • 0
  • 0
Bagikan artikel ini

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE