Boomee

Syariah Heaven, Situs Prostitusi Berkedok Biro Jodoh Bikin Heboh

Sejak Sabtu (31/1) di linimasa Twitter ramai disebar sebuah situs biro jodoh berkedok syariah yang beralamat di syariaheaven.biz.ly. Situs Syariah Heaven tersebut menuai banyak kecaman karena menawarkan jasa pernikahan singkat dengan beragam paket berharga tinggi.

Anda ingin menikmati surga dunia AwlohSWT tanpa perlu dihukum di neraka akhierat? Bagi anda yang masih lajang ataupun beristri kurang dari empat, kini telah hadir Biro Jodoh Syariah,” demikian kalimat pembuka di laman biro jodoh itu.

Situs itu menawarkan paket perjodohan bagi laki-laki lajang maupun pria yang hendak menambah istri dengan membeli paket seharga 2 miliar rupiah. Tak hanya calon pasangannya saja yang ditawarkan, tetapi juga beragam pilihan-pilihan lain yang terkesan vulgar dan berbau prostitusi.

Contohnya seperti mas kawin yang bernilai 2 juta rupiah untuk ‘short time’ 3 jam, dan bernilai 10 juta rupiah untuk ‘long time’. Selain syarat mas kawin aneh itu, ada juga sejumlah kejanggalan lain pada situs biro jodoh ini, seperti pernyataan bahwa disediakan calon istri di bawah umur dan juga pernyataan istri boleh dipukul.

Selain respon bernada sindiran, banjir kecaman muncul dari para pengguna Twitter terkait situs biro jodoh ini. Sejumlah pengguna terpantau mengadukan keberadaan situs ini kepada akun Twitter milik kepolisian dan juga akun Twitter milik Menteri Agama .

Meski demikian, belum dapat dipastikan bahwa jasa biro jodoh ini benar-benar ada. Diduga pembuatnya memang sengaja memancing emosi umat islam. Situs Syariah Heaven hanya mempunyai satu halaman dan hanya menyertakan alamat surel semata.

Entah siapa yang membuat laman ini, namun pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengecam keras dan menghimbau agar para penganut agama Islam tidak terpancing dengan provokasi seperti ini.

“Islam sangat menghormati lembaga pernikahan. Salah satu prinsip dasar dalam pembangunan hukum Islam adalah menjaga kehormatan diri dan keturunan. Apa yang beredar itu jelas tidak sesuai dengan prinsip dasar itu. Tujuan pernikahan bukan sekedar hasrat pelampiasan hasrat seksual,” jelas Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam pada Rabu (2/2), seperti diberitakan detik.com.

Menurut kamu, artikel ini
  • 7
  • 1
  • 8
  • 7
  • 3

Beri komentar

© Copyright 2018 - Boomee.
Jl. Dempo I No. 47, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE