Boomee

Terkait Penembakan Gorila Harambe, Patutkah dengan Mudah Menghakimi Sang Orang Tua?

1607-01-gorila

Penembakan mati seekor gorila jantan bernama Harambe setelah menarik anak laki-laki berusia empat tahun yang jatuh ke kandangnya memicu perhatian di kalangan netizen. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (28/5) di Kebun Binatang Cincinnati, Amerika Serikat.

Sebagian besar masyarakat yang tersebar di seluruh dunia menyayangkan keputusan yang diambil oleh pihak pengelola kebun binatang dengan menembak mati Harambe. Menurut mereka, seharusnya Harambe cukup dibius saja. Pihak kebun binatang membela diri bahwa memakai obat penenang efeknya akan lambat, sementara mereka harus bergerak cepat menyelamatkan nyawa.

Kemarahan beserta simpati mengalir deras di linimasa Twitter untuk gorila yang baru merayakan ulang tahunnya ke-17 tersebut. Netizen terpantau ramai menyalahkan orangtua sang bocah karena dianggap lalai dan tidak mengawasi putranya.

Banyak pula yang mengatakan gorila jantan bernama Harambe itu tidak seharusnya ditembak mati karena dia tidak melukai bocah itu. Beberapa netizen terpantau menggunakan tagar #JusticeForHarambe.

Bahkan muncul petisi daring yang meminta pertanggungjawaban orang tua sang anak itu. Terpantau terdapat belasan petisi yang serupa di situs Change.org terkait insiden ini.

Mendapat banyak kritik, ibu dari sang anak, Michelle Gregg (32), membalas sejumlah kritikan yang ditujukan kepadanya lewat akun Facebook (kini tulisannya telah dihapus).

“Tuhan melindungi anak saya sampai pihak berwenang bisa mendapatkan dia. Anak saya selamat dan bisa pergi dengan gegar otak dan beberapa goresan, tidak ada tulang yang patah atau luka,” tulis Michelle.

“Sebagai masyarakat, kita dengan mudah menghakimi bagaimana mudahnya orang tua tidak dapat mengawasi dengan baik. Jika ada orang yang mengenal saya, mereka tahu bahwa saya menjaga anak-anak saya dengan baik.” lanjutnya.

Pembelaan Michelle sangat wajar sebagai orang tua. Tidak ada orang tua yang tidak menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya.

Tidak ada pula cara yang mutlak benar untuk mengasuh anak. Perlakuan A terhadap seorang anak belum tentu memberikan hasil yang sama terhadap anak lainnya.

Amat mudah untuk menghakimi seseorang di media sosial. Apalagi jika mendapatkan informasinya juga dari media sosial, tanpa menyaksikan dan mengalami insiden secara langsung. Menyalahkan orang lain memang praktis akan membuat kita merasa lebih bisa menerima kecelakaan ini.

Dilansir liputan6com, kepolisian Cincinnati mengatakan bahwa sang ibu sekarang ini tidak sedang menghadapi dakwaan, tapi para jaksa penuntut umum bisa saja nantinya memutuskan menyeret orangtua sang anak.

Para saksi mata menyebutkan bahwa orangtua si bocah sedang bersama dengan beberapa anak kecil. Berulangkali terdengar suara sang balita meminta bermain dengan gorila.

Balita itu kemudian memanjat pagar eksibisi Gorilla World dan terjatuh sekitar 3,6 meter ke parit dangkal. Dua gorila betina menanggapi seruan untuk menjauh, tapi Harambe mendatangi balita itu dan meraihnya.

Beberapa saksi menduga sang gorila berusaha melindungi anak itu. Ketika para pengunjung menjerit-jerit, Harambe meraih kaki anak itu dan melarikan diri. Sekitar 10 menit kemudian, Harambe ditembak mati.

Harambe termasuk spesies gorila langka yang hanya bisa ditemukan di dataran rendah di Barat Afrika. Harambe lahir di penangkaran di Texas dan pindah ke kebun binatang Cincinnati pada tahun 2014.

Kebun binatang Cincinnati sementara waktu menutup bagian pameran gorila karena insiden ini.

Menurut kamu, artikel ini
  • 1
  • 0
  • 0
  • 1
  • 0

Beri komentar

© Copyright 2018 - Boomee.
Jl. Dempo I No. 47, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE