Boomee

Kemenangan Trump, Kekhawatiran Netizen Tanah Air, dan Emosi yang Mengalahkan Logika

150903-boomee-donald trump

Donald Trump (70) akhirnya memastikan diri menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 pada Rabu (9/11) sore. Trump berhasil mengungguli saingannya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Kepastian ini datang setelah pengusaha nyentrik itu berhasil menembus angka 270 electoral vote meski perhitungan suara belum rampung.

Karena jumlah total electoral vote adalah 538, maka siapapun calon presiden yang sudah mengoleksi 270 electoral vote bisa dipastikan memenangkan pemilihan Presiden AS 2016.

Donald Trump dikenal sebagai figur yang kontroversial. Ia sudah menyatakan dirinya anti-Islam dan anti-Imigran.

Trump juga punya ide-ide radikal yang bertolak belakang dengan pandangan umum seperti menolak pengungsi, diskriminatif terhadap kaum dan suku tertentu, menyerang orang lain dengan kata-kata kasar dan mendukung penyiksaan.

Pandangannya ini membuat banyak pihak marah kepada Trump. Bahkan sejumlah warga Amerika sendiri pun tampaknya belum bisa menerima kenyataan bahwa laki-laki kelahiran New York tersebut akan menjadi pemimpin mereka selama empat tahun ke depan.

Netizen Tanah Air Resah, Fadli Zon Girang

Kekhawatiran akan Trump resmi menjadi Presiden AS bahkan menular hingga kepada para netizen Tanah Air. Walau berada jauh di belahan dunia lain, kemenangan Trump menimbulkan kicauan bernada resah dari banyak pengguna media sosial di Indonesia.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon menjadi sosok pelawan arus keresahan netizen, dengan memperlihatkan kegembiraannya terhadap kemenangan Trump.

Dilansir cnnnewscom, Fadli berpendapat bahwa kemenangan Trump akan membawa dampak positif bagi Indonesia dalam kerjasama bilateral di bidang bisnis dan kewirausahaan.

Fadli Zon pernah muncul dalam kampanye Trump di AS pada 2015 lalu.

Emosi Mengalahkan Logika

Kenapa Trump masih didukung banyak orang, padahal mulutnya rasis dan berpotensi bisa menimbulkan konflik di AS dan dunia?

Menurut Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid, kemenangan Trump berarti sesuatu yang lebih dari sekadar kompetisi di antara dua pasang calon. Kemenangan Trump juga mencerminkan perilaku pemilih saat ini yang cenderung emosional.

Perilaku pemilih emosional ini terpapar dari tingginya tingkat fanatisme dari para pendukung Trump di wilayah dataran tengah Amerika Serikat.

Wilayah dataran tengah AS ini lah yang menjadi sumber suara Trump karena kuatnya basis Partai Republik di negara-negara bagian di sana.

Trump menang di sejumlah negara bagian dengan jumlah electoral vote besar, seperti Texas, Pennsylvania, Ohio, Florida, Georgia, dan North Carolina.

Sedangkan Hillary menang di New York, California, Illionis, Virginia, Washington, Oregon, Colorado, Virginia, New Jersey, dan New Mexico.

Kemenangan Trump atas Hillary ini juga sekaligus menghapus hegemoni Partai Demokrat. Seperti diketahui, dalam dua pilpres sebelumnya, calon dari Partai Demokrat, yakni Barack Obama selalu menang atas calon dari Partai Republik.

Trump menjadi Presiden AS terpilih pertama yang tidak memiliki pengalaman di bidang pemerintahan ataupun militer. Ia juga tercatat sebagai Presiden AS yang paling kaya saat terpilih menjabat.

Menurut kamu, artikel ini
  • 1
  • 1
  • 0
  • 0
  • 1
Bagikan artikel ini

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE