Boomee

Murry, Ingin Bermusik Sampai Ujung Usia

drumstick

Jumat malam, 18 Maret 2011, suasana La Piazza di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara tak terasa seperti biasanya…

Atmosfer tongkrongan di panggung terbuka yang diapit berbagai gerai makanan ringan dan kedai kopi modern dipenuhi orang-orang yang tergolong tua. Banyak yang berpasangan, tak sedikit pula yang berkelompok, bahkan seorang diri.

Rasanya, tak kurang dari seratus orang memadati muka panggung yang masih kosong. Menunggu tampilnya bintang hiburan yang pernah mengisi masa muda mereka.

Namanya Kasmuri, akrabnya disebut Murry. Ia adalah penabuh drum dari kelompok musik legendaris Koes Plus.

Malam itu, Murry tidak tampil bersama sahabat lamanya Yon Koeswoyo (gitaris dan vokalis Koes Plus). Ia membawa personel grupnya sendiri. Murry tampak gagah dan ceria. Ia tampil sebagai seorang pemimpin grup. Dominan.

Nyaris di seluruh lagu yang dimainkan malam itu, ia berdiri di depan, mengambil peran sebagai penyanyi utama. Meski di beberapa lagu ia tetap menunjukkan kepiawaiannya menabuh drum.

“Sekarang ini, kalau terus-terusan nge-drum saya agak capek hehehe… Kalau nyanyi masih oke lah,” ujarnya saat berbincang santai di belakang panggung.

Dalam obrolan yang sesekali diselingi aktivitas Murry bermain dengan cucunya itu, tak henti-hentinya ia menceritakan betapa cintanya lelaki kelahiran Jember, Jawa Timur itu pada musik. “Dari kecil suka musik, sampai mati pun kalau bisa tetap main musik,” katanya disusul senyum yang tampak optimis.

Optimisme itu pun ia tunjukkan saat perbincangan mengarah pada soal mundurnya ia dari Koes Plus. “Koes Plus tidak pernah bubar. Kemungkinannya kecil dik. Tidak ada masalah saya dengan keluarga Koeswoyo, hubungan kami baik-baik saja,” ujarnya.

“Dalam organisasi grup, baik Tonny, Yon, atau Yok itu orang-orang dewasa. Kami selalu membereskan persoalan bersama. Tonny itu pemimpin jempolan. Ia bijaksana dan tidak pernah mengecilkan siapa pun di grup, meski saya bukan keluarga Koeswoyo,” kisahnya.

“Sejak awal Tonny mengajak saya bergabung dengan saudara-saudaranya, ia selalu mengutamakan kekompakan Koes Plus sebagai satu grup yang utuh. Bukan cuma anak-anak pak Koeswoyo itu,” kata Murry.

Memang, Murry dikabarkan terdepak dari Koes Plus dan sempat terlibat konflik dengan Yon Koeswoyo. Bahkan beredar isu, Murry terpaksa meninggalkan keluarganya dengan uang seadanya dan beberapa potong pakaian, sebagai rentetan dari masalah itu.

Ia menanggalkan kemewahan sisa-sisa kejayaan Koes Plus, melepas rumahnya di kawasan Cilandak dan tinggal di tempat yang jauh lebih sederhana dengan pajangan foto dirinya sedang bermain drum.

“Hidup kadang memang pahit, tapi kita harus tetap ceria. Sampean ingat lagu Koes Plus kan? Buat apaa susahh, buaat apaa susahh.. Susah itu tak adaa gunanyaa.. Bener itu, bener sekali,” ujarnya.

Tak ingin merasa susah pula alasan Murry untuk tidak pernah menyerah pada musik. “Hidup saya diiringi dengan cinta. Cinta dari teman-teman, keluarga, anak-anak saya, cucu, dari Koes Plus. Dan saya pikir cinta itu adalah musik..,” katanya lalu tersenyum.

murry-koes-plus-2-140102b Sumber foto: liputan6.com

Sabtu (1/2) pagi kemarin, lelaki periang itu meninggal dunia. Menurut pihak keluarga, ia tak tampak sakit. Ia sedang tertidur tenang, lalu meminta anaknya mematikan pendingin ruangan di kamar, lalu tidur lagi, untuk selamanya.

Keinginan Murry bermusik sampai ujung usianya ia tuntaskan. Sepekan sebelumnya ia masih keliling bermusik. Wartawan senior Muhammad Subarkah yang juga penggemar Koes Plus mengenang, “Malam minggu kemarin masih tertawa-tertawa saat tampil di Blok S, Jakarta.”

Keluarganya menyebut Murry tak pernah mengeluh sakit. Bahkan beberapa hari terakhir ia masih manggung sampai Pekalongan, Jawa Tengah.

“Sampai mati pun kalau bisa tetap main musik.”

Pernyataan itu bukan asal ucap. Ada keyakinan yang bulat dan keberanian yang mantap di dalamnya.

Dan rasanya, air mata saja tak cukup mengiringi kepergian si penabuh drum. Gemuruh tepuk tangan pun layak diberikan untuk Kasmuri.

Seperti reaksi penonton saat ia menuntaskan penampilannya di panggung La Piazza, Jumat malam, nyaris tiga tahun silam; dengan lagu ciptaannya saat bersama Koes Plus, Pelangi.

“Terima kasih! Terima kasih! Sampai berjumpa lagi!” kata Murry sembari melambaikan tangan.

https://twitter.com/SKJ_Trans_TV/status/429473762438684673

https://twitter.com/dennysakrie/status/429610554257178624

Menurut kamu, artikel ini
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE