Boomee

Pujian untuk Sri Wahyuni Atas Medali Pertama Indonesia

1608-08-01-medali-olimpiade-indonesia

Tanah Air bersorak-sorai. Indonesia meraih medali pertama di Olimpiade 2016 lewat sumbangan Sri Wahyuni di cabang angkat besi.

Sri Wahyuni pun mendadak jadi bahan perbincangan di linimasa Twitter. Ia meraih medali perak pada Minggu (7/8) lewat kelas 48 kg putri dengan total mengangkat beban 192 kilogram, yaitu 85 kg snatch dan 107 kg clean and jerk.

Peraih medali emas di kelas ini adalah Sopita Tanasan asal Thailand dengan total angkatan beban 200 kg, lewat 92 kg snatch dan 108 kg clean and jerk, sementara Hiromi Miyake asal Jepang yang empat tahun lalu meraih medali perak di kelas yang sama, kini mendapat medali perunggu dengan mengangkat 188 kg.

Sri Wahyuni adalah satu dari tujuh atlet angkat besi yang dikirimkan Indonesia ke ajang Olimpiade. Tujuh atlet lainnya adalah Deni di kelas 69 kg, Eko Yuli Irawan dan M Hasbi di kelas 62 kg, I Ketut Ariana dan Triyatno di kelas 69 kg, dan Dewi Safitri di kelas 53kg.

Pujian pun mengalir kepada Sri Wahyuni dari berbagai pihak. Bahkan, Presiden Joko Widodo pun ikut berkomentar mengenai sukses Sri Wahyuni.

Kritik untuk Stasiun TV dan Janji Menpora

Dibalik pujian yang mengalir deras, sejumlah netizen juga melayangkan kicauan protes terhadap sejumlah stasiun televisi nasional, karena kompetisi yang diikuti Sri Wahyuni tidak disiarkan secara langsung.

Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi berjanji bahwa prestasi yang diukir Sri Wahyuni membuat dirinya akan semakin menyoroti sistem pembinaan atlet usia muda.

Profil Sri Wahyuni

Bernama lengkap Sri Wahyuni Agustiani, ia adalah salah satu lifter muda andalan Indonesia. Mahasiswi jurusan hukum Universitas Bhayangkara, Bekasi, itu baru berusia 21 tahun.

Sebelum Olimpiade ia sudah dijagokan untuk bisa membuat kejutan di Brasil karena catatannya yang bersinar. Pada bulan Juni 2014, ia meraih dua emas dan satu perak dari Kejuaraan Dunia Junior Angkat Besi yang digelar di Kazan, Rusia.

Bulan September 2014, Sri Wahyuni meraih medali perak Asian Games dengan total angkatan 187 kg. Dua bulan kemudian, Sri Wahyuni Agustiani sukses menempati peringkat ketiga angkatan Clean & Jerk dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Kazakhstan.

Sebelum itu, pada 2013, ia juga meraih medali emas SEA Games Myanmar dan medali emas di Islamic Solidarity Games III Indonesia.

Sri Wahyuni berharap bisa terus bertanding, meski berencana berhenti mengangkat barbel pada usia 27 tahun. Tapi sebelumnya, ia ingin mewujudkan mimpi untuk menjadi atlet angkat besi terbaik di ajang Olimpiade.

Bravo, Sri Wahyuni!

Menurut kamu, artikel ini
  • 2
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
Bagikan artikel ini

Beri komentar

Please enter the CAPTCHA text

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE