Boomee

Rembulan Love Karya Dijah Yellow Ramai Diperbincangkan

hodijah dijah yellow

Hodijah atau lebih dikenal dengan nama aliasnya, Dijah Yellow, kembali menarik perhatian netizen di Twitter. Baru-baru ini, perempuan asal Menteng Atas Selatan tersebut mengumumkan peluncuran novel perdananya, Rembulan Love, melalui akun Twitter yang dipercaya miliknya @dijahyellow (11/03). Kabar tersebut menjadi berita terbaru social media Indonesia dan mengundang banyak perbincangan, khususnya terkait karya dari perempuan yang pertama dikenal sebagai SelebGram itu.

Siapa yang tak mengenal Dijah Yellow? SelebGram yang kehilangan akun Instagram setelah dibajak dan dinon-aktifkan tersebut kini kembali ke linimasa. Melalui akun yang dipercayai miliknya, @dijahyellow, perempuan penggemar warna kuning tersebut mengumumkan terbitnya novel perdananya.
 

Berita yang laksana setrum di linimasa tak pelak langsung mendapatkan banyak komentar. Kicauan mengenai novel karangan perempuan lulusan Universitas Gunadarma tak hanya berasal dari akun dengan follower 17 ribu lebih itu saja. Melihat beragam reaksi mengenai buku perdananya, Rembulan Love, Dijah Yellow lantas secara gencar membuat promosi di Twitter. Salah satu yang cukup fenomenal adalah novel setebal 186 halaman tersebut ia kerjakan hanya dalam waktu 9-10 hari saja.
 

Rembulan Love Jadi Fenomenal di Media Sosial

Sejak awal Hodijah muncul di media sosial memang selalu menggemparkan melalui beragam foto atau video, begitu juga dengan resolusi barunya pada 2015 berjudul Rembulan Love. Netizen yang senantiasa senang dengan berita renyah dari Dijah Yellow pun segera riuh di linimasa.

Tak sedikit dari netizen Twitter yang mengomentari tentang bagaimana cepatnya seorang Hodijah dapat menyelesaikan novelnya itu. Kritik juga meluncur perihal harga yang tergolong mahal, 145 ribu, yang dipatok untuk novel perdana self publishing dari Nulis Buku itu.

Berikut ini beberapa kicauan yang berhasil dirangkum Boomee:
 

Tapi bukan Dijah Yellow jika tak memberikan klarifikasi mengenai beragam komentar negatif novel buatannya. Berikut ini beberapa kicauan tentang bukunya yang fenomenal Rembulan Love karya Dijah Yellow di media sosial:
 

Self Publising yang Dipilih untuk Novel Rembulan Love

Self-publishing merupakan sebuah media baru yang menjembatani para penulis pemula untuk bisa menghasilkan sebuah buku dalam bentuk cetak. Dalam proses hingga cetak, penerbit hanya memberikan syarat tulisan disesuaikan dengan format yang sudah ditetapkan.

Penerbitan mandiri ini minim campur tangan editor, murni memfasilitasi saja. Bagian meng-edit dan menulis berada di ranah sang penulis. Meski begitu penerbit juga sering menawarkan fasilitas edit-tulisan, pembuatan cover dengan patokan harga. Di Indonesia sendiri telah memiliki banyak penerbit mandiri berbasis online seperti Leutikaprio, Dapur Buku, Indie Publishing hingga Nulis Buku yang dipakai Dijah Yellow untuk Rembulan Love-nya.

Melihat begitu banyak respon mengenai munculnya buku dari Dijah Yellow yang ditujukan kepada Nulis Buku. Melalui akun resmi penerbit buku tersebut memberikan sedikit pernyataannya:
 

Riuh perbincangan mengenai karya perdana Dijah Yellow yang kaya akan caci maki, agaknya sedikit miris. Rembulan Love memang bukan karya yang sempurna 100%. Namun alih-alih memberikan apresiasi atau masukan membangun, netizen nampaknya lebih asik mengkritisi kekurangan karya tersebut. Anda termasuk yang ingin memberikan apresiasi atau kritikan pada karya Dijah Yellow?

Menurut kamu, artikel ini
  • 29
  • 8
  • 121
  • 18
  • 12

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE