Boomee

“Sehari Untuk Kita”, Mengemas Ulang Lagu Anak Lewat Operet

Terpaan lagu pop bertema cinta tak hanya digandrungi remaja, anak-anak pun menyukainya. Lebih dari separo responden survei (2000 anak) mengaku lebih suka mendengarkan lagu yang dinyanyikan Adele, Rihanna, atau Bruno Mars sebelum tidur, ketimbang Twinkle Twinkle Little Star.

Hal itu terungkap dari riset yang dilakukan pembuat mainan Symphony In B yang dilakukan akhir 2013 lalu di Inggris. Temuan lain, selera ini terbentuk akibat terpengaruh selera musik orang tuanya; dan tidak diperkenalkan dengan lagu yang lebih cocok untuk usia mereka.

IMG_9313

Hal ini menjadi kegelisahan banyak orang, salah satunya mahasiswi London School Public Relations, Amalia Rachmani Zakir. “Harusnya di masa mereka, anak-anak belum saatnya kenal yang namanya putus cinta, jatuh cinta, atau selingkuh,” ujar perempuan yang akrab disapa Rani ini.

Ia pun memikirkan kegiatan untuk mengekspresikan keresahannya sekaligus upaya mengangkat kembali nilai pentingnya lagu anak. Hasilnya adalah operet Sehari Untuk Kita yang digelar di Teater Kecil Al-Izhar Pondok Labu, Sabtu (1/2) kemarin.

Dalam acara yang ia buat bersama teman-teman kampusnya itu, lagu anak populer seperti Ambilkan Bulan Bu, Burung Kutilang, hingga Naik-Naik ke Puncak Gunung diolah dengan aransemen musik terkini, agar terdengar segar dan menarik.

IMG_9332

Kisah operet sendiri tentang kegiatan seharian anak bernama Naima; mulai dari bangun tidur, bermain bersama teman-temannya, hingga kembali tertidur di malam harinya; dengan selingan 11 lagu, lengkap dengan tarian.

Seluruh tokoh dalam operet itu diperankan siswa dan siswi SD Al-Izhar Pondok Labu, yang terdiri dari lima pemeran utama dan empat penari.

“Seru! Sebelumnya aku cuma tahu lagu Lihat Kebunku. Sekarang, aku jadi lebih banyak tahu lagu anak, dan ternyata lagunya bagus-bagus!” kata Jasmine (8 tahun), si pemeran tokoh Naima.

IMG_9342

Pertunjukkan ini tampak menghibur para penonton anak-anak hingga dewasa; yang merasakan efek nostalgia ke masa kecil, saat lagu-lagu itu masih sering ditayangkan di televisi.

Penyelenggara pun lega karena bisa menyajikan alternatif hiburan, saat media massa dianggap tak cukup lagi memberi ruang untuk lagu anak dalam program-program mereka.

Harapannya, masyarakat tetap ingat bahwa lagu anak merupakan bagian penting dari masa tumbuh kembang anak; sehingga tidak lantas kebingungan karena dijejali kasus berbentuk lagu yang belum terjangkau usia mereka.

Menurut kamu, artikel ini
  • 1
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE