Boomee

Heboh Tagihan 400 Ribu untuk Nge-Charge HP di Marche PS

Konsumen kini punya senjata ampuh yang dinamakan social media. Seringkali, bilamana terjadi ketidakpuasan, hal itu tidak perlu disampaikan ke pihak produsen atau penjual. Mereka bisa langsung menyebar keluhan melalui Path, Twitter atau Facebook.

Kasus itu pun dapat menjadi berita terbaru social media. Dampaknya, bukan hanya orang Indonesia, tetapi seisi dunia jadi tahu masalah yang menimpa. Karuan saja, pihak perusahaan langsung kelimpungan. Reputasi mereka tercoreng dan bisa diadili secara sepihak oleh publik.

Kasus terbaru dialami restoran Marche di Plasa Senayan, Jakarta. Sejak Sabtu lalu (04/04), Marche Indonesia menjadi sorotan akibat sebuah posting di Path, yang kemudian menyebar di Twitter, yang menunjukan bill makan di gerai mereka di Plasa Senayang pada 23 Maret silam.

Dalam salah satu posting tersebut, di akun ‏@leonisecret di Twitter, tertera tagihan Rp400.000 untuk biaya listrik. Karuan saja, netizen dibuat kaget dengan mahalnya biaya untuk nge-charge berbagai perangkat elektronik tersebut.

Kasus ini sebetulnya bukan dialami Leonita Julian, pemilik akun ‏@leonisecret. Ini menimpa seorang teman dari temannya. Leoni mendapat info dan foto bill itu dari Path dan kemudian me-Repath kembali. Repath itulah yang terbagi ke Twitter dan menyebar semakin luas.

Dalam salah satu penjelasan Leoni, dikatakan bahwa temannya itu tidak jadi membayar setelah protes karena merasa tidak diberi tahu terlebih dulu oleh pihak restoran soal kebijakan bayar listrik untuk charge perangkat elektronik tersebut.
 

Ramai Dipersoalkan

Terlepas dari jadi atau tidaknya konsumen membayar, masalah tagihan listrik Rp400 ribu ini tentu saja segera memancing komentar karena biaya yang harus dibayar dianggap sangat mahal. Umumnya, netizen terkaget-kaget dan mengajak untuk berhati-hati.


 

Marche PS Menjawab

Pihak Marche Plasa Senayan telah memberikan pelurusan berita melalui halaman Facebook mereka.

Heboh Tagihan 400 Ribu untuk Nge-Charge HP di Marche PS

Dalam penjelasan lebih lanjut di bagian komentar, Marche PS menjelaskan bahwa tagihan tersebut adalah untuk meeting room. Berikut cuplikan penjelasan tersebut.
 

“… Berikut adalah penjelasan duduk permasalahan yang terjadi:
Saat itu kami kedatangan tamu berjumlah 11 orang yang ingin melakukan meeting tanpa ada reservasi sebelumnya.

Manajer kami menawarkan sebuah private room berkapasitas 25 orang yang dapat digunakan untuk meeting dan ditutup untuk publik. Manajer kami menginformasikan adanya pengenaan tarif tambahan untuk private room sebesar Rp. 550.000,00/3jam. Tamu tersebut (an Marita) yang juga melakukan pembayaran menggunakan kartu BII, menyatakan bahwa mereka telah menyetujui adanya tarif tambahan tersebut.

Permasalahan lalu muncul ketika kasir kami memasukan tagihan private room tersebut dengan tulisan “listrik” dan bukannya pembayaran private room.

 
Jawaban Marche belum sepenuhnya memuaskan para netizen, termasuk Leoni yang namanya sempat terbawa-bawa dalam pemberitaan media.

Tetapi, pastinya, ada juga yang sudah puas dengan penjelasan Marche Indonesia.

https://twitter.com/ndorokakung/status/585042472318840832

Menurut kamu, artikel ini
  • 21
  • 0
  • 16
  • 39
  • 15

Beri komentar

© Copyright 2018 - Boomee.
Jl. Dempo I No. 47, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE