Boomee

5 Akun Pengasuhan Anak yang Mendulang Informasi Positif dan Wajib Diikuti

anak bayi baby boneka doll

anak bayi baby boneka doll

Media sosial menjadi salah satu wadah berbagi informasi yang paling banyak digemari, salah satunya ialah Instagram. Banyak netizen di Indonesia merasa nyaman dengan media sosial yang berfokus membagikan gambar dan video ini. Di antara keriaan ini ternyata ada beberapa netizen yang memanfaatkan Instagram sebagai media membagikan informasi penting tentang pengasuhan anak atau parenting.

Unggahan pada akun-akun yang khusus mengulas topik pengasuhan anak ini tampil begitu menarik tanpa mengurangi pentingnya info yang disampaikan. Apabila kamu termasuk dari beberapa netizen yang membutuhkan informasi tentang pengasuhan anak, beberapa akun berikut ini bisa sangat berguna sebagai referensi. Berikut ini Boomee sampaikan 5 akun pengasuhan anak di Instagram yang syarat akan informasi positif:

1. Ibupedia

Akun dengan 700 ribu lebih pengikut ini memang layak diikuti. Melalui akun Instagram ini kamu bisa menemukan bagaimana tips yang efektif dan efisien mengasuh anak saat mengalami sebuah situasi tertentu.

2. Talk Parenting

Dari nama akunnya saja sudah terlihat jelas betapa setiap unggahan didedikasikan untuk pengasuhan anak. Ada banyak tips menarik yang selalu disampaikan oleh akun dengan 400 ribu pengikut ini.

3. Rabbit Hole

Akun satu ini telah memiliki produk buku pengasuhan yang dapat dibaca oleh beragam kalangan berbagai usia. Selain buku, akun dengan 325 ribu lebih pengikut ini juga rajin membagikan beragam informasi penting seputar parenting.

 

View this post on Instagram

 

Rice cooker kami tiba-tiba tidak dapat digunakan. Saat itu langsung menyesal membeli rice cooker tersebut. Setelah kami selidiki, ternyata masalahnya bukan pada rice cooker. Namun karena rice cooker disambungkan ke stabilizer & tidak cocok dengan stabilizer tersebut, yang menyebabkan rice cooker tidak mau bekerja. Saat rice cooker dicolok ke tempat lain, ia dapat bekerja dengan baik. . Bahkan karena impulsif, kami langsung membeli rice cooker baru saat rice cooker tersebut tidak dapat digunakan. Kami kira lebih baik, ternyata rice cooker yang sebelumnyalah yang memang paling pas dengan kebutuhan kami. Kami merindukan si rice cooker lama, dan betapa senangnya kami saat ternyata ia tidak rusak & hanya perlu penanganan yang benar saja agar dapat berfungsi baik. . Saat merenungkan si rice cooker, saya jadi ingat betapa mudahnya kita (terkadang) menyalahkan & mengeluhkan hal-hal negatif dari pasangan atau anak kita. Ia begini dan begitu. Seperti saat si rice cooker rusak, kami pun langsung merasa ia memang ringkih, tidak tahan lama, dan label negatif lainnya. . Padahal terkadang kita perlu berkaca ke diri kita sendiri, apa kita mendorong pasangan atau anak melakukan perilaku negatif yang kita label tersebut? Apakah kita sudah memberi feedback yang membangun? Apa sudah memberikan lingkungan yang mendorong untuk memaksimalkan kemampuan mereka? Apakah kita sudah benar-benar mendukung? Apakah ada situasi kondisi berbeda yang membuat terkadang mereka tidak maksimal mengeluarkan potensi? Seperti si rice cooker yang hanya butuh colokan yang tepat untuk dapat bekerja dengan baik & benar. . Merenungkan hal ini membuat saya menyadari, bahwa kita perlu melebarkan pandangan, menyadari berbagai macam sudut pandang dalam melihat satu hal. Fiuhhhh.. ternyata banyak hal yang perlu dipelajari ya semakin bertambahnya umur ini 😬

A post shared by Rabbit Hole (@rabbitholeid) on

4. Parenting Indonesia

Akun dengan 200 ribu pengikut ini juga sering membagikan informasi penting terkait pengasuhan anak dan memberikan kiat yang dapat dilakukan oleh orang tua.

 

View this post on Instagram

 

Otonomi tubuh adalah hak untuk menolak sentuhan fisik dengan orang lain. Tapi, sadar atau tidak, kita sebagai orang tua justru menjadi pihak yang paling sering melanggar otonomi tubuh anak. Misalnya saja dengan memaksa memeluk walaupun mereka sudah menolak. Padahal, apa yang kita lakukan ini bisa dipersepsi dengan kurang tepat oleh anak-anak, yakni bahwa mereka harus mematuhi permintaan sentuhan fisik dengan orang lain, sekalipun mereka tidak mau dan tidak nyaman. Seperti yang dikatakan oleh Karen S. Days, presiden Centre for Family Safety and Healing di Nationwide Children’s Hospital, Ohio, hal tersebut membuat anak-anak lebih rentan menjadi korban kejahatan seksual. Untuk itu, ia menekankan pelajaran tentang otonomi tubuh pada anak-anak. Dengan mengajarkan anak-anak perihal otonomi tubuh sejak kecil, mereka akan lebih punya kesiapan dalam menjaga dirinya dari kejahatan seksual. #parenting #parentingindonesia #parentingtips #enjoyparenting #kidseducation

A post shared by Parenting Indonesia (@parentingindonesia) on

5. Anak Juga Manusia

Akun ini selain membagikan tips juga kerap membahas permasalahan sosial yang kerap dihadapi oleh orang tua dalam pengasuhan anak.

Semoga informasi di atas bisa membantu kamu yang tengah mencari informasi akun parenting di Instagram.

Menurut kamu, artikel ini
  • 0
  • 1
  • 0
  • 0
  • 0

Beri komentar

© Copyright 2018 - Boomee.
Jl. Dempo I No. 47, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE