Boomee

Kopitiam Oey: Memperluas Jangkauan Pasar Lewat Twitter

kopi

Mengelola kedai kopi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk menjangkau lebih banyak konsumen jadi salah satu fokus Kopitiam Oey, atau akrab juga disebut Kopi Oey milik tokoh kuliner Bondan Winarno.

Kedai yang berdiri sejak 2009 ini menggunakan Twitter sebagai salah satu saluran promosinya. Setelah dikonfirmasi, akun @kopitiamoey adalah resmi dikelola kedai ini.

Berdasarkan perbincangan dengan beberapa pelanggan di kedai itu, tak sedikit pelanggan terkini Kopi Oey yang belum mengetahui akun Twitter-nya. Soal ini, pengelola kedai Wasis Gunarto menyatakan bahwa Twitter bisa lebih fokus untuk menjangkau sasaran konsumen berusia muda (15-25 tahun).

Berikut ini cerita Wasis tentang pengelolaan Kopi Oey di media sosial:

Aktif di media sosial bukan sekadar mengikuti kemajuan zaman, tapi juga mengembangkan peluang pemasaran. Saat ini segmen pasar yang kami garap berusia 25-60 tahun; tapi lewat media sosial ada potensi menyentuh segmen berusia 15-25 tahun.

Kopi Oey aktif di Twitter untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap kedai ini (sampai artikel ini diterbitkan sudah ada lebih dari 2.500 pengikut @kopitiamoey di Twitter, red).

Konten yang disebar di media sosial harus membuat orang tertarik dan menyebarkannya ke orang lain lagi. Ada efek word of mouth atau viralitas; ini penting.

Maka itu, konten yang dimuat di media sosial merupakan rangkaian dari suatu story yang lebih besar. Sehingga aktivasi di media sosial nggak basi, tapi memang terencana.

Contoh kicauan:

Selain konten yang terencana dan banyak disebar pengguna lain; penting juga membuat konten yang punya nilai berita untuk media massa umum. Sehingga ada peluang diliput media massa, untuk memperluas jangkauan informasi tentang Kopi Oey.

Kalau sudah terencana dan punya nilai berita, hal berikutnya adalah benar-benar menerapkan cerita itu secara offline. Jangan sampai berlawanan arah; misalnya yang dikomunikasikan A, tapi kenyataannya B.

Beberapa kicauan @kopitiamoey, menampilkan menu yang tersedia:

Di Kopi Oey, konten informasi atau promosi yang disebar di media sosial juga tetap dijalankan secara offline, misalnya lewat MTI (media table info, atau papan info promosi di meja kedai). Ini istilahnya integrated marketing; online dan offline digarap dua-duanya.

Menyelaraskan online dan offline ini pun salah satu menjaga relasi dengan komunitas online seperti Followers di Twitter. Nggak usah memberi janji berlebihan. Beri penekanan pada value tambahan untuk mereka.

Kalau pun ada komplain dan katakan lah cukup keras, biasanya saya bilang pada administrator akun untuk tidak langsung direspon. Kemungkinan si pengguna yang melempar keluhan masih emosional. Kami tunggu reda dulu, misalnya keesokan harinya baru direspon.

Jadi harus diakui, media sosial seperti Twitter ini memang mempermudah langkah membangun relasi positif dengan banyak orang; tapi harus disadari, bahwa hal ini berlaku dua arah. Banyak orang juga bisa dengan mudah membuat relasi negatif dengan kita. Maka berhati-hati juga penting.

Menurut kamu, artikel ini
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
Bagikan artikel ini

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE