Boomee

Adu Lantang #KamiAhok vs #AhokTersangka

ahokkk

Gelar perkara dugaan penistaan agama yang menyeret Gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memasuki babak baru setelah Bareskrim Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka pada Rabu (16/11).

Kabar penetapan tersangka tersebut mengundang gemuruh dari para netizen di dunia maya. Hal yang menarik, frasa yang menduduki daftar topik terpopuler Twitter adalah tagar #KamiAhok dari para pendukung Ahok dan tagar #AhokTersangka dari para pro penistaan agama.

Pro Ahok

Berdasarkan pantauan, #KamiAhok berisi reaksi netizen yang memberikan dukungan dan pembelaan kepada Ahok. Tagar ini bahkan masuk ke daftar paling atas topik terpopuler Twitter seluruh dunia.

Para pendukung Ahok menyuarakan kekecewaannya atas penetapan Ahok sebagai tersangka. Namun mereka tetap menghormati proses hukum dan akan mengawal kasus ini di pengadilan.

Pro Penistaan Agama

Sementara itu, di antara lebih dari 6 ribu kicauan yang memperbincangkan tagar #AhokTersangka, mayoritas netizen terpantau bersuara lantang agar Ahok segera diproses hukum dan dipenjara. Mereka takut masalah ini justru berakhir lebih panjang.

Beda Kubu Namun Punya Kesamaan

Meski isu ini menghadirkan pro dan kontra, di antara kedua kubu tersebut terpantau ada sebuah kesamaan pendapat. Baik pada tagar #KamiAhok maupun pada tagar #AhokTersangka terdapat banyak netizen yang mengapresiasi kinerja kepolisian karena telah bersikap netral.

Kasus penanganan hukum Ahok sudah dilakukan kepolisian secara profesional. Status tersangka dilakukan kepolisian berdasarkan bukti dan pemeriksaan saksi.

Penetapan Ahok sebagai tersangka dilakukan setelah gelar perkara terbuka terbatas yang dilakukan di Ruang Rapat Utama Mabes Polri pada Selasa (15/11).

Dalam gelar perkara, masing-masing pihak dari kepolisian, pelapor, dan terlapor menyampaikan pendapatnya. Dari hasil gelar perkara, polisi memutuskan untuk melanjutkan penyelidikan kasus Ahok ke tingkat penyidikan.

Ahok ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 156 a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik terkait pidatonya yang menyinggung salah satu ayat kitab suci Al-Quran.

Menurut kamu, artikel ini
  • 1
  • 1
  • 0
  • 0
  • 1
Bagikan artikel ini

Beri komentar

Please enter the CAPTCHA text

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE