Boomee

“Coblos” vs “Golput” di Linimasa Twitter Selama Hari H Pemilu

Peta Hasil Pemilu

Pencoblosan Pileg di tempat-tempat pemungutan suara di seluruh Indonesia untuk menentukan nasib negeri ini selama lima tahun ke depan telah selesai dilakukan pada Rabu (09/04). Kini, kertas-kertas suara tengah dalam tahap perhitungan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), meski hasil perhitungan cepat telah menunjukkan keunggulan untuk PDI-P, Golkar dan Gerindra.

Selain kubu-kubu partai, ada kubu-kubu lain yang dibuat berseteru terkait topik Pemilu, yaitu di antara mereka yang mencoblos dan mereka yang memilih untuk golput. Kedua kubu ini menunjukkan pendapatnya masing-masing selama hari pemungutan suara di media sosial. Tak ayal, kata “coblos” dan kata “golput” pun jadi kata-kata yang ramai muncul di Twitter sejak pagi hari.

Pengguna Twitter paling ramai mengaitkan kata “coblos” dengan hati (3709 kicauan). Mereka menghimbau agar memilih caleg dengan menggunakan hati. Selain itu, kata “coblos” dan “hati” juga digunakan untuk kalimat-kalimat gombal.

Selain itu, juga banyak muncul kata “bingung” (3480 kicauan), sebagai pengekspresian kebingungan mereka ingin mencoblos caleg dari partai yang mana. Uniknya, terdapat kata “selfie” (3273 kicauan) yang menunjukkan banyaknya pengguna Twitter yang mengunggah foto selfie jari kelingking ungu mereka setelah masuk TPS.

Topik mengenai isu bahwa bisa mencoblos hanya dengan membawa KTP saja juga menuai sorotan di linimasa (1920 kicauan), serta guyonan agar mandi dahulu sebelum pergi ke TPS (1091 kicauan).

Selain mengenai pencoblosan, golput juga menjadi salah satu topik yang sering muncul di linimasa Twitter. Kata “golput” banyak terlihat dalam kicauan-kicauan dan dominan berpasangan dengan kata “jangan” (13250 kicauan), yang berarti banyak muncul himbauan agar masyarakat menggunakan hak suaranya dan tidak menjadi golput.

Kata “uang” juga banyak muncul dalam perbincangan mengenai “golput” (1282 kicauan). Hal ini terkait munculnya plesetan bahwa golput merupakan singkatan dari “Golongan Penerima Uang Tunai”, yang berarti pemilih yang menggunakan hak suaranya karena dibayar oleh pihak-pihak tertentu.

Karena segelintir masyarakat terang-terangan mengaku golput, muncul keluhan dari masyarakat yang mempertanyakan kenapa mereka bersikap bangga dengan aksi golput tersebut. Tak ayal, muncul kata “bangga” dalam buzz tentang “golput” (527 kicauan).

Salah satu faktor yang membuat seseorang golput adalah bingung dalam menentukan pilihan, karena caleg-caleg tidak ada yang dianggap mumpuni. Tak heran jika kata “golput” juga dikaitkan dengan kata “bingung” (520 kicauan).

Dan faktor lain yang membuat seseorang golput adalah rasa malas (339 kicauan). Segilintir orang menganggap datang ke TPS dan menunggu antrian membuat lelah dan menghabiskan tenaga.

Meski diperkirakan jumlah golput dalam Pileg 2014 tinggi, akan tetapi jika melihat perbincangan di linimasa Twitter justru lebih banyak masyarakat yang cenderung mencoblos. Tak hanya jumlah buzz kata “coblos” jauh lebih tinggi dari kata “golput”, tapi juga dalam topik “golput” tersebut dominan muncul argumen bahwa lebih baik untuk mencoblos dan tidak golput.

Menurut kamu, artikel ini
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0

Beri komentar

© Copyright 2018 - Boomee.
Jl. Dempo I No. 47, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE