Boomee

Setya Novanto Jadi Ketua Umum Golkar, Netizen Ramai Berkicau Negatif

golkar

Nama mantan Ketua DPR RI Setya Novanto yang sempat terseret kasus ‘Papa Minta Saham’ lagi-lagi muncul di daftar topik terpopuler kawasan Indonesia pada Selasa (17/5). Setya ramai diperbincangkan setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar masa bakti 2016-2019.

Setya berhasil meraih suara terbanyak pada voting tertutup yang digelar dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang digelar di Nusa Dua, Bali pada 15 hingga 17 Mei 2016.

Setya terpilih setelah kandidat lainnya yang juga lolos mengantongi syarat 30% suara, yaitu Ade Komarudin, tak melanjutkan pertarungan di putaran kedua. Terpilihnya Setya langsung disambut oleh kicauan ucapan selamat dari sejumlah akun Twitter politikus Tanah Air.

Sayangnya, dalam benak netizen sosok Setya masih cenderung negatif. Setya masih lekat sebagai terduga kasus korupsi. Mayoritas netizen yang mengicaukan topik ini masih mengaitkan Setya dengan kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo alias kasus ‘Papa Minta Saham’.

Ketua yang Penuh Catatan Kelam

Sosok Setya tak pernah lepas dari kontroversi. Sederet kasus selama ini mewarnai perjalanan politikus kelahiran Bandung, 12 November 1954 itu. Selain tersangkut perkara etik, bekas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu juga pernah beberapa kali terseret kasus pidana.

Rentetan perkara dugaan korupsi pernah memaksa Setya bolak-balik menjalani pemeriksaan di KPK. Tidak cuma KPK, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pun beberapa kali memintai keterangan dari pria yang akrab disapa Setnov itu.

Salah satu orang dekat Aburizal Bakrie ini pernah diperiksa perkara suap terkait pembangunan lanjutan venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII. Kemudian ia juga terseret perkara korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk berbasis nomor induk kependudukan secara elektronik (e-KTP) tahun anggaran 2011-2012.

Setya juga sempat dinilai melanggar etika sebagai ketua Dewan. Pada awal September 2015, Setya bersama pimpinan DPR lain yaitu Fadli Zon menemui kandidat calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keduanya kemudian diperkarakan ke Majelis Kehormatan Dewan.

Kasus yang paling besar meraih sorotan publik adalah ketika dirinya diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meminta saham dan memperpanjang masa kontrak Freeport di Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said melaporkan Setya ke MKD DPR RI terkait perkara ini.

Kontroversi seputar Setya bahkan juga mencuat dalam ajang Munaslub Golkar. Sejak awal Munaslub digelar terdapat wacana pemilihan ketua umum akan digiring ke arah aklamasi melalui sistem pemilihan secara terbuka. Bahkan, Setya harus berhadapan dengan tujuh bakal calon ketum lainnya yang menolak pemilihan ketua umum dilakukan secara terbuka.

Menurut kamu, artikel ini
  • 2
  • 1
  • 1
  • 2
  • 1
Bagikan artikel ini

Beri komentar

© Copyright 2016 - Boomee.
Jl. Kerinci 1 No. 2, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 12120 - Indonesia
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE